Ketua DPRD Sumenep: Ramadan Bukan Sekadar Ritual, Tapi Proses Membakar Dosa dan Menata Kehidupan

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jawa Timur, H. Zainal Arifin, saat menyatakan sikap tentang bulan suci Ramadhan (Za - garudajatim.com)

i

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jawa Timur, H. Zainal Arifin, saat menyatakan sikap tentang bulan suci Ramadhan (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jawa Timur, H. Zainal Arifin, mengingatkan masyarakat agar tidak memaknai Ramadan 1447 Hijriah sebatas rutinitas ibadah tahunan.

Menurutnya, Ramadan adalah fase penting untuk melakukan evaluasi diri secara menyeluruh, baik dalam dimensi spiritual maupun sosial.

Zainal mengurai makna Ramadan dari sisi bahasa dan sejarah. Ia menjelaskan bahwa Ramadan berasal dari kata Arab ramidha atau ramadh, yang bermakna panas yang menyengat. Pada masa awal Islam, bulan Ramadan memang bertepatan dengan musim kemarau ekstrem di Jazirah Arab.

“Secara bahasa, Ramadan itu panas yang membakar. Secara sejarah, ia datang di musim kemarau yang terik,” ujar Zainal. Kamis (26/02/26).

Namun, bagi Zainal, makna panas dan membakar tersebut justru menyimpan pesan spiritual yang dalam. Ramadan dipahami sebagai momentum membersihkan diri dari noda dosa dan kebiasaan buruk yang selama ini melekat dalam kehidupan manusia.

“Makna membakar itu bukan sekadar cuaca, tetapi pesan spiritual. Ramadan mengajarkan kita membakar dosa, membersihkan jiwa, dan menata ulang arah hidup,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Ia menilai, Ramadan seharusnya menjadi titik balik bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak wirid, serta memperkuat taqarub kepada Allah SWT.

Menurutnya, perbaikan diri tidak cukup hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

“Ramadan ini kesempatan emas. Mari kita perbaiki diri, bukan hanya soal ibadah, tapi juga akhlak dan cara kita bermasyarakat,” ungkap pria berkacamata itu.

Zainal juga menekankan bahwa nilai-nilai yang dipupuk selama Ramadan tidak boleh berhenti saat bulan suci berakhir. Ia berharap semangat kedisiplinan, kesabaran, dan keikhlasan tetap terjaga setelah Idulfitri.

“Jangan sampai kita rajin hanya di bulan Ramadan. Setelah kembali fitrah, justru nilai-nilai itu harus terus ditingkatkan,” ucapnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Sumenep turut mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban umum selama Ramadan. Ia menyoroti maraknya aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama di malam hari.

“Kurangi bermain petasan, hindari balapan liar, dan kegiatan lain yang bisa mengganggu ketenteraman. Ramadan adalah bulan ketenangan, bukan kegaduhan,” imbuhnya.

Zainal berharap Ramadan 1447 Hijriah mampu menjadi ruang kolektif untuk membangun kesadaran spiritual sekaligus sosial, sehingga tercipta suasana yang aman, damai, dan penuh keberkahan di Kabupaten Sumenep.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan
SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar
Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah
Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan
IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN
Inspektorat Sumenep Turun ke Meddelan, Audit ADD-DD dan Dugaan Polemik Dana BUMDes Jadi Sorotan
Menata Masa Depan dari Pinggiran: Bappeda Sumenep Dorong Pembangunan Berkeadilan hingga Kepulauan
K-Beauty Serbu Kota Keris, MYZE Hotel Sumenep Sulap Beauty Class Jadi Panggung Percaya Diri Perempuan Muda
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:22 WIB

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:02 WIB

SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:28 WIB

Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:30 WIB

Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:33 WIB

IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN

Berita Terbaru