HGN ke-66, Pemkab Sumenep Dorong Revolusi Gizi Berbasis Pangan Lokal

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, R. Syahwan Efendi, bersama kepala Dinkes P2KB drg. Ellya Fardasah, saat acara HGN (Za - garudajatim.com)

i

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, R. Syahwan Efendi, bersama kepala Dinkes P2KB drg. Ellya Fardasah, saat acara HGN (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menegaskan komitmennya mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat melalui peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 yang dipusatkan di halaman Kantor Pemkab setempat.

Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang kampanye serius untuk memperkuat gizi seimbang berbasis pangan lokal, bukan sekadar agenda seremonial tahunan.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana itu mengusung tema “Gizi Seimbang dari Pangan Lokal”, yang menekankan pentingnya kemandirian pangan daerah sebagai fondasi kesehatan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia.

Berbagai rangkaian edukasi gizi, kampanye sosial, hingga ajakan pemanfaatan bahan pangan lokal digelar dengan sasaran utama mengubah cara pandang masyarakat dalam memilih makanan sehari-hari.

Pemerintah menilai, persoalan gizi tidak cukup diselesaikan dengan program bantuan, tetapi harus dibarengi perubahan perilaku konsumsi di tingkat rumah tangga.

Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, mengatakan bahwa HGN harus menjadi sarana evaluasi dan penguatan komitmen bersama dalam membangun pola konsumsi sehat di tengah masyarakat.

“Masalah gizi tidak cukup diselesaikan dengan program jangka pendek. Yang dibutuhkan adalah perubahan perilaku masyarakat dalam memilih, mengolah, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dari pangan lokal,” ujarnya. Jumat (13/2/26)

Ia menyampaikan, Kabupaten Sumenep memiliki potensi pangan lokal yang sangat beragam, mulai dari hasil pertanian, perikanan, hingga olahan tradisional. Namun potensi tersebut, menurutnya, belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai sumber utama pemenuhan gizi keluarga.

“Pangan lokal kita kaya nutrisi, terjangkau, dan sesuai dengan kearifan lokal. Jika dimanfaatkan secara optimal, ini bisa menjadi kunci pencegahan berbagai persoalan gizi, termasuk stunting dan gizi tidak seimbang,” jelasnya.

Melalui peringatan HGN ke-66 ini, Dinkes P2KB mendorong penguatan edukasi gizi sejak dini, khususnya di lingkungan keluarga. Ia menekankan bahwa dapur rumah tangga memiliki peran sentral dalam menentukan kualitas kesehatan generasi mendatang.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa fondasi gizi yang kuat. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan gerakan gizi seimbang berbasis pangan lokal.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya paham soal gizi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dari rumah, dari piring makan, dan dari bahan pangan yang ada di sekitar kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, R. Syahwan Efendi, menyatakan bahwa HGN harus menjadi titik balik kesadaran kolektif, bukan hanya perayaan simbolik tanpa dampak nyata.

“Hari Gizi Nasional ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah pengingat bahwa kesehatan masyarakat dimulai dari dapur. Dari apa yang kita tanam, kita olah, dan kita konsumsi setiap hari,” tutur Syahwan.

Ia menyebut, Kabupaten Sumenep memiliki kekayaan pangan lokal yang melimpah dan beragam. Potensi tersebut, menurutnya, belum sepenuhnya dimaksimalkan sebagai sumber utama pemenuhan gizi keluarga, padahal mampu menekan ketergantungan pada pangan instan dan impor.

“Jika dikelola dengan benar, pangan lokal bukan hanya memperbaiki kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi daerah. Ini soal kesehatan sekaligus kemandirian,” tegasnya.

Syahwan menekankan, keberhasilan kampanye gizi seimbang harus diukur dari perubahan perilaku masyarakat, bukan sekadar jumlah kegiatan atau baliho sosialisasi. Langkah-langkah sederhana dalam memilih makanan bergizi dinilai menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan daerah dan bangsa.

“Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika hari ini kita abai terhadap kualitas gizi generasi muda. Perubahan besar harus dimulai dari langkah kecil, dari rumah, dari piring makan kita,” pungkasnya.

Melalui peringatan HGN ke-66 ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap literasi gizi masyarakat semakin kuat dan berkelanjutan. Sehingga gerakan ini diharapkan mampu melahirkan generasi sehat, cerdas, dan produktif sebagai pondasi pembangunan Indonesia yang berdaulat pangan dan unggul di masa depan.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan
SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar
Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah
Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan
IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN
Inspektorat Sumenep Turun ke Meddelan, Audit ADD-DD dan Dugaan Polemik Dana BUMDes Jadi Sorotan
Menata Masa Depan dari Pinggiran: Bappeda Sumenep Dorong Pembangunan Berkeadilan hingga Kepulauan
K-Beauty Serbu Kota Keris, MYZE Hotel Sumenep Sulap Beauty Class Jadi Panggung Percaya Diri Perempuan Muda
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:22 WIB

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:02 WIB

SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:28 WIB

Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:30 WIB

Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:33 WIB

IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN

Berita Terbaru