Diduga Abaikan Standar Gizi, MBG di RA Hidayatut Thalibin Picu Diare Massal: Wali Murid Menolak, Perbaikan Dinilai Sekadar Pencitraan

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SPPG Pakamban Laok 2 saat situasi siang hari (Za - garudajatim.com)

i

SPPG Pakamban Laok 2 saat situasi siang hari (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Polemik distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di RA Hidayatut Thalibin (RA HT), Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kian menguat dan memantik kegelisahan wali murid.

Program yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi anak justru diduga mengabaikan standar keamanan pangan, setelah sejumlah siswa dan guru dilaporkan mengalami diare usai mengonsumsi menu ayam bakar yang disinyalir tidak matang sempurna.

Program MBG tersebut disuplai oleh SPPG Pakamban Laok 2 dan dikelola Yayasan Bumi Asfan Abadi. Insiden ini tak hanya memicu penolakan wali murid, tetapi juga membuka kembali perdebatan soal lemahnya kontrol kualitas serta konsistensi pengawasan dalam pelaksanaan program MBG di tingkat satuan pendidikan.

Pasca mencuatnya keluhan dan pemberitaan media, pihak Yayasan Bumi Asfan Abadi mengaku langsung mengambil langkah cepat. Evaluasi dapur produksi MBG diklaim telah dilakukan, disertai janji bertanggung jawab atas insiden yang terjadi.

“Saya menyampaikan terima kasih atas perhatiannya. Begitu menerima kabar, kami langsung menggelar rapat dan melakukan evaluasi di dapur,” ujar Ketua Yayasan Bumi Asfan Abadi saat dihubungi melalui pesan WhatsApp. Rabu (11/2/26).

Tak hanya itu, yayasan juga menyebut telah mengganti menu MBG yang sebelumnya menuai penolakan dari wali murid RA HT. Pergantian menu tersebut diklaim sebagai bentuk perbaikan kualitas makanan yang disalurkan kepada siswa.

Namun, di lapangan, klaim tersebut dinilai tak sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya. Sejumlah guru menyebut perbaikan menu hanya berlangsung singkat dan cenderung bersifat reaktif, muncul saat kasus ramai disorot publik.

“Ini hanya saat ramai diberitakan media. Menunya tiba-tiba jadi lebih baik. Tapi setelah situasi mereda, kembali seperti sebelumnya,” ungkap seorang guru RA HT berinisial A.

Guru tersebut juga menyoroti porsi makanan yang dinilai semakin tidak masuk akal untuk kebutuhan gizi anak usia dini. Ukuran potongan lauk disebut jauh dari ketentuan teknis MBG yang seharusnya sudah baku.

“Ayam dipotong kecil sekali, tempe juga makin kecil. Padahal setahu saya, ukuran potongan menu MBG sudah diatur. Kalau begini, di mana standar gizinya?” tambahnya.

Sorotan tak berhenti di situ. Pihak sekolah juga mempertanyakan penggunaan susu yang kembali disajikan kepada siswa. Menurut guru tersebut, jenis susu yang diberikan tidak sesuai dengan ketentuan yang diperbolehkan dalam program MBG.

“Sekarang pakai susu Cimory lagi. Padahal yang diperbolehkan hanya susu full cream. Ini menunjukkan SPPG Pakamban Laok 2 terkesan asal-asalan dan tidak konsisten,” tegasnya.

Rangkaian keluhan ini menegaskan bahwa persoalan MBG di RA Hidayatut Thalibin bukan sekadar insiden teknis, melainkan cerminan lemahnya pengawasan dan minimnya evaluasi berkelanjutan.

Wali murid berharap instansi terkait tidak hanya hadir saat masalah mencuat, tetapi benar-benar memastikan program MBG berjalan sesuai standar gizi, keamanan pangan, dan tujuan awalnya melindungi kesehatan serta masa depan anak-anak.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru