Bapenda Sumenep Kunci Potensi Pajak, Sistem Monitoring Transaksi Resmi Didorong ke Pelaku Usaha

Rabu, 11 Februari 2026 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bapenda Sument gelar Sosialisasi Optimalisasi Pajak (Za - garudajatim.com)

i

Bapenda Sument gelar Sosialisasi Optimalisasi Pajak (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendorong penerapan monitoring transaksi pajak secara langsung dan terukur kepada pelaku usaha sektor strategis, khususnya makanan, minuman, dan hiburan.

Langkah konkret itu ditandai dengan digelarnya Sosialisasi Optimalisasi Pajak Daerah Berbasis Monitoring Transaksi. Acara tersebut berlangsung di Ruang Rapat Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten setempat.

Kebijakan ini menjadi sinyal kuat perubahan arah pengelolaan pajak daerah, dari sistem konvensional menuju pengawasan berbasis data transaksi riil.

Sebanyak 18 Wajib Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor Makan dan Minuman serta Hiburan dihadirkan dalam forum tersebut. Mereka menjadi kelompok awal yang disasar karena dinilai memiliki kontribusi besar terhadap PAD, namun selama ini belum sepenuhnya tergarap secara optimal.

Kepala Bapenda Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, mengatakan bahwa monitoring transaksi bukan sekadar inovasi teknis, melainkan bagian dari reformasi tata kelola pajak daerah untuk memastikan keadilan dan kepastian hukum bagi pemerintah maupun pelaku usaha.

“Monitoring transaksi ini bukan untuk menekan atau mempersulit pelaku usaha. Tujuannya memastikan potensi pajak tercatat secara objektif, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Ferdiansyah. Rabu (11/2/26)

Ia mengakui, bahwa selama ini pengelolaan pajak daerah kerap menghadapi persoalan klasik: ketidaksesuaian antara laporan dan transaksi sebenarnya. Melalui sistem monitoring, Bapenda ingin membangun basis data yang akurat agar penarikan pajak tidak lagi berbasis asumsi.

Ferdiansyah menambahkan, pendekatan ini dirancang agar kepatuhan pajak meningkat tanpa mematikan iklim usaha. Pemerintah daerah, kata dia, berkepentingan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan optimalisasi pendapatan daerah.

“PAD yang kuat adalah fondasi pembangunan. Pajak yang terkelola baik akan kembali ke masyarakat dalam bentuk layanan publik yang lebih berkualitas,” tegasnya.

Tak berhenti pada penyampaian materi, sosialisasi ini juga dibuka sebagai forum dialog terbuka. Para wajib pajak diberikan ruang menyampaikan pandangan, kekhawatiran, hingga usulan terkait mekanisme teknis penerapan monitoring transaksi, termasuk soal kesiapan sistem dan perlindungan data usaha.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang P3EPD Bapenda Kabupaten Sumenep, Suhermanto, beserta jajaran, sebagai bentuk keseriusan institusi dalam mengawal kebijakan optimalisasi pajak daerah berbasis sistem pengawasan transaksi.

Ia berharap kebijakan ini menjadi titik balik pengelolaan pajak daerah yang lebih disiplin, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus mempersempit ruang praktik pelaporan yang tidak sesuai dengan realitas transaksi.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru