Sertifikasi SPPG Rubaru Buntu, Dua Nama DPRD Sumenep Pilih Diam

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi sertifikasi di SPPG Rubaru belum terselesaikan (Za - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi sertifikasi di SPPG Rubaru belum terselesaikan (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Polemik pengurusan sertifikasi di SPPG Rubaru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Yayasan Rumah Juang Garuda Emas, kian mengeras.

Persoalan yang semula disebut sebatas administrasi kini menyeret nama sejumlah pejabat publik, namun hingga kini tak satu pun yang tampil sebagai penanggung jawab utama.

Upaya konfirmasi terhadap Ersat, anggota DPRD Sumenep dari Fraksi NasDem yang disebut dalam pusaran isu kemitraan, tidak membuahkan hasil.

Hingga berita ini diterbitkan, Ersat memilih bungkam tanpa memberikan klarifikasi, memicu kecurigaan publik atas perannya dalam proses yang kini mandek.

Sementara itu, anggota DPRD Sumenep Fraksi Gerindra, Holik, secara terbuka menegaskan posisinya. Ia mengklaim hanya berperan sebagai penghubung awal, bukan pengurus teknis sertifikasi.

“Saya hanya memfasilitasi komunikasi. Soal berkas dan kelengkapan sepenuhnya tanggung jawab lembaga,” ujarnya, menepis anggapan adanya keterlibatan lebih jauh. Minggu (8/2/26)

Di sisi lain, Kepala SPPG Rubaru, Moh. Fadil, menyatakan pihaknya telah mengikuti arahan yang diberikan dan berupaya melengkapi seluruh persyaratan.

Namun ia mengakui proses tidak berjalan mulus karena adanya dukungan pihak lain yang diharapkan tak kunjung terealisasi. Pernyataan ini memperkuat dugaan adanya peran eksternal yang tak pernah dijelaskan secara terbuka.

Tarik-ulur pernyataan tersebut memperlihatkan kaburnya garis tanggung jawab. Fasilitator menyebut urusan ada di lembaga, sementara lembaga memberi sinyal ketergantungan pada pihak lain. Di tengah situasi itu, sikap diam Ersat justru memperkeruh suasana.

Hingga kini, status sertifikasi SPPG Rubaru belum juga menemui kejelasan. Tanpa pernyataan tegas siapa yang bertanggung jawab penuh, polemik dipastikan terus bergulir, meninggalkan pertanyaan besar di tengah publik: siapa yang sebenarnya menghambat, dan siapa yang berani menyelesaikan?(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru