Siswa Tolak MBG Legung Barat Sumenep, Telur Puyuh Diduga Busuk

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto SPPG Legung Barat Yayasan At-atta’awun sajikan MBG telur puyuh busuk (Za - garudajatim.com)

i

Foto SPPG Legung Barat Yayasan At-atta’awun sajikan MBG telur puyuh busuk (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Legung Barat, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali disorot tajam.

Kali ini, masalah mencuat setelah seorang siswa melayangkan surat keberatan kepada Kepala SPPG Legung Barat Yayasan At-atta’awun terkait menu MBG yang diduga tidak layak konsumsi.

Dalam surat yang beredar di lingkungan sekolah, disebutkan bahwa telur puyuh yang dibagikan kepada siswa penerima manfaat sebagian berada dalam kondisi busuk. Keluhan tersebut disampaikan secara tegas kepada penanggung jawab program.

“Kepada yang terhormat Kepala MBG. Telur puyuhnya sebagian ada yang busuk, tolong diperhatikan,” tulis pihak sekolah dalam surat tersebut. Minggu (8/2/26)

Kritik semakin menohok ketika penolakan datang langsung dari siswa. Dengan kalimat singkat namun lugas, seorang siswa kelas 5 menyatakan ketidaknyamanannya terhadap menu yang diterima.

“Saya tidak mau telur busuk. Terimakasih salam kelas 5,” jelas siswa tersebut.

Munculnya surat dan pesan siswa itu menjadi indikasi lemahnya pengawasan kualitas makanan oleh pengelola SPPG Legung Barat. Program MBG yang seharusnya menjamin asupan gizi sehat bagi anak sekolah justru menimbulkan kekhawatiran baru terkait keamanan pangan.

Sejumlah pihak menilai, dugaan distribusi telur busuk tidak dapat dianggap sebagai kesalahan sepele. Persoalan ini menyangkut tanggung jawab pengelola dalam menjaga standar kelayakan makanan, mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, hingga proses distribusi ke sekolah.

Minimnya kontrol mutu berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi siswa serta merusak kepercayaan publik terhadap program MBG yang dibiayai negara dan ditujukan untuk kepentingan anak-anak.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Legung Barat dan Yayasan At-atta’awun belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan telur busuk tersebut. Publik mendesak adanya klarifikasi terbuka dan evaluasi menyeluruh agar program MBG tidak terus menuai masalah serupa.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB