MBG Ditolak Total, Kepala RA HT Amankan Ompreng karena Tak Dijemput SPPG Pekamban Laok 2

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi ompreng beserta paket MBG kering tidak kunjung dijemput oleh SPPG Pekamban Laok 2 (Za - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi ompreng beserta paket MBG kering tidak kunjung dijemput oleh SPPG Pekamban Laok 2 (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Penolakan massal terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kali ini terjadi di Raudlatul Athfal Hidayatut Thalibin (RA HT) setelah seluruh wali murid menolak menu MBG yang disalurkan SPPG Pakamban Laok 2 di bawah Yayasan Bumi Asfan Abadi karena dinilai tidak layak dan minim gizi.

Imbas penolakan tersebut, puluhan ompreng beserta paket MBG kering tidak kunjung dijemput oleh pihak penyalur. Kepala RA HT, Siti Maysaroh, akhirnya mengamankan ompreng dan makanan tersebut dengan memasukkannya ke dalam ruangan sekolah dan menguncinya demi keamanan.

Siti Maysaroh menegaskan, langkah itu bukan penahanan, melainkan bentuk tanggung jawab agar barang tidak hilang atau disalahgunakan.

“Saya menunggu penjemput ompreng sampai pukul 12.30. Karena tidak ada yang datang dan saya khawatir tidak aman, akhirnya saya masukkan ke ruangan dan dikunci,” ujarnya. Sabtu (31/1/26).

Ia menepis keras tudingan bahwa pihak sekolah menyandera atau menahan ompreng MBG. Menurutnya, sejak awal sekolah justru menunggu agar ompreng dan menu MBG segera dikembalikan kepada pihak SPPG.

“Tidak ada niat menahan. Kami menunggu bersama guru-guru lain. Justru kami ingin ompreng dan menu MBG kering itu segera diambil karena memang sudah ditolak wali murid,” tegasnya.

Lebih lanjut, Siti Maysaroh menyebut pengamanan tersebut murni keputusan pribadi sebagai kepala sekolah. Sebab, ompreng dan paket MBG yang sudah ditolak tetap menjadi tanggung jawab sekolah selama belum dijemput.

“Kalau sampai hilang, siapa yang disalahkan? Tentu sekolah. Karena itu saya amankan. Kami sempat menunggu lama, lalu pulang. Saat saya kembali, mobil BGN sudah tidak ada,” jelasnya.

Dinilai Tak Layak Gizi

Penolakan terhadap MBG di RA HT bukan tanpa alasan. Seluruh wali murid sepakat menolak setelah melihat langsung isi paket makanan yang diterima anak-anak.

Menu MBG yang disalurkan hanya berupa roti, susu kotak rasa cokelat, dan potongan pepaya sekitar tiga hingga empat iris, yang bahkan datang terlambat dari jadwal.

“Menu seperti ini jelas tidak mencerminkan makanan bergizi, apalagi untuk anak usia dini. Ini bukan soal kenyang, tapi soal kualitas gizi,” kata Siti Maysaroh.

Kasus ini kembali menambah daftar panjang kritik terhadap kualitas pelaksanaan Program MBG di Sumenep. Alih-alih meningkatkan gizi anak, program nasional tersebut justru memantik penolakan dan kegelisahan wali murid akibat menu yang dinilai jauh dari standar kelayakan.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Disuspend Muncul Kontroversi Baru, SPPG Pakamban Laok 2 Jadi Sorotan Lagi
Gadai Emas di BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Berujung Sengketa, Nasabah Klaim Rugi Rp200 Juta 
Diduga Abaikan Sanksi, SPPG Lenteng Timur 3 Kembali Distribusikan MBG Tak Layak, Siswa Enggan Konsumsi
Sidak Satgas MBG Sumenep Bongkar Pelanggaran Serius SPPG, IPAL Tak Berfungsi hingga Limbah Tak Terkelola
Ledakan Permintaan, Makayasa Gaspol Ekspansi, 6.000 Lapangan Kerja Disiapkan dari Sumenep
Tanpa Rekrutmen Baru 2026, 401 PNS Bakal Pensiun di Sumenep
Ledakan Antusias di Piala Bupati Sumenep 2026, 109 Klub Bola Volly Siap Adu Gengsi dan Ukir Prestasi
Empat Pejabat Strategis Dilantik, Pemkab Sumenep Pacu Reformasi Layanan Publik
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 13:43 WIB

Usai Disuspend Muncul Kontroversi Baru, SPPG Pakamban Laok 2 Jadi Sorotan Lagi

Kamis, 9 April 2026 - 10:56 WIB

Gadai Emas di BMT-UGT Nusantara Cabang Gayam Berujung Sengketa, Nasabah Klaim Rugi Rp200 Juta 

Rabu, 8 April 2026 - 22:26 WIB

Diduga Abaikan Sanksi, SPPG Lenteng Timur 3 Kembali Distribusikan MBG Tak Layak, Siswa Enggan Konsumsi

Rabu, 8 April 2026 - 19:05 WIB

Sidak Satgas MBG Sumenep Bongkar Pelanggaran Serius SPPG, IPAL Tak Berfungsi hingga Limbah Tak Terkelola

Rabu, 8 April 2026 - 18:55 WIB

Ledakan Permintaan, Makayasa Gaspol Ekspansi, 6.000 Lapangan Kerja Disiapkan dari Sumenep

Berita Terbaru