Jawaban Dua Kata Kepala SPPG Legung Barat Picu Tanda Tanya, Keluhan Guru Tak Dijawab Substansial

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi Kepala SPPG Legung Barat, Sumenep, Yayasan At-ta’awun, Adam Ramadhan Rifa’i, saat merespon wawancara media dengan singkat (Ris - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi Kepala SPPG Legung Barat, Sumenep, Yayasan At-ta’awun, Adam Ramadhan Rifa’i, saat merespon wawancara media dengan singkat (Ris - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Respons Kepala SPPG Legung Barat, Sumenep, Jawa Timur, Yayasan At-ta’awun, Adam Ramadhan Rifa’i, terhadap keluhan guru yang disampaikan secara resmi menuai sorotan serius.

Alih-alih memberikan klarifikasi atau penjelasan terbuka, pimpinan satuan pendidikan tersebut justru merespons dengan jawaban sangat singkat yang dinilai tidak mencerminkan tanggung jawab kepemimpinan.

Dalam komunikasi tertulis yang diterima redaksi garudajatim.com, Adam Ramadhan Rifa’i dimintai tanggapan langsung oleh awak media terkait keluhan guru yang berkembang di internal SPPG Legung Barat.

Permintaan klarifikasi itu disampaikan secara jelas, santun, dan profesional, dengan harapan adanya sikap resmi dari pimpinan lembaga pendidikan tersebut. Namun, jawaban yang diterima justru jauh dari ekspektasi.

“Sampun pak,” ujar singkat, Adam Ramadhan Rifa’i saat dikonfirmasi. Rabu (21/1/26).

Jawaban dua kata itu sontak memunculkan pertanyaan besar, tidak hanya di kalangan guru, tetapi juga publik pendidikan. Tidak adanya penjelasan lanjutan dinilai sebagai bentuk penghindaran dari tanggung jawab moral dan administratif, terlebih keluhan guru disebut berkaitan langsung dengan persoalan internal lembaga yang berdampak pada proses belajar-mengajar.

Sejumlah guru menilai sikap tersebut mencerminkan tertutupnya ruang komunikasi antara pimpinan dan tenaga pendidik. Padahal, dalam tata kelola satuan pendidikan, kepala lembaga memiliki peran strategis sebagai penanggung jawab utama yang wajib memastikan persoalan internal ditangani secara transparan dan akuntabel.

Sorotan juga mengarah pada Yayasan At-ta’awun sebagai pihak yang menaungi SPPG Legung Barat. Yayasan dinilai tidak bisa lepas tangan ketika muncul persoalan serius di bawah struktur kelembagaannya.(Ris/Di)

Penulis : Ris

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB