Hilal Negatif di Ufuk Sumenep, LFNU Tegaskan Ramadhan 1447 H Belum Dimulai

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi LFNU Sumenep, saat melakukan pemantauan hilal (Za - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi LFNU Sumenep, saat melakukan pemantauan hilal (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Menjelang penentuan awal Ramadhan 1447 Hijriah, dinamika pemantauan hilal kembali mengemuka di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Sumenep menegaskan bahwa secara astronomis, hilal dipastikan tidak mungkin terlihat pada Selasa (17/2/2026).

Meski demikian, rukyatul hilal tetap dilaksanakan pada sore hari di Pantai Taneros, Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten. Titik observasi berada pada koordinat 6° 53′ Lintang Selatan dan 113° 46′ Bujur Timur, yang dinilai memiliki pandangan ufuk barat paling representatif di wilayah timur Madura.

Kegiatan rukyat tersebut digelar bersama Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, dengan melibatkan unsur Pengadilan Agama, Majelis Ulama Indonesia, BMKG, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam.

Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama Sumenep, Kiai Fathor Rois, menegaskan bahwa hasil hisab menunjukkan posisi hilal saat matahari terbenam masih berada di bawah ufuk.

“Secara perhitungan astronomi, tinggi hilal masih negatif. Itu berarti mustahil dirukyat, bukan hanya di Sumenep, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Faktor Geografis dan Musim Penghujan

Wilayah Sumenep memiliki rekam jejak panjang dalam observasi hilal. Namun karakter geografis pesisir Madura bagian timur menghadirkan tantangan tersendiri. Ufuk barat di beberapa titik relatif terbatas, sementara tingginya uap air laut kerap mengaburkan pandangan menjelang matahari terbenam.

Selain itu, Februari masih berada dalam fase musim penghujan. Potensi awan mendung menjadi faktor tambahan yang dapat mengganggu pengamatan. Meski demikian, prakiraan cuaca dari BMKG menyebutkan wilayah Ambunten relatif cerah pada sore hari pelaksanaan rukyat.

Namun bagi LFNU, kondisi cuaca bukanlah faktor penentu utama. “Sekalipun cuaca cerah sempurna, secara posisi hilal memang belum memenuhi syarat untuk terlihat,” tegas Fathor.

Sejumlah Lokasi Pernah Dijajaki

Sebelum menetapkan Pantai Taneros sebagai lokasi utama, LFNU Sumenep telah melakukan penjajakan di berbagai titik strategis. Beberapa lokasi seperti Tambak Garam Nambakor, kawasan Asta Tinggi, Lapangan Terbang Trunojoyo, hingga rooftop Hotel de Bagraf sempat menjadi opsi alternatif.

Namun keterbatasan ruang observasi, ketinggian yang kurang ideal, serta sudut pandang ufuk yang tidak maksimal menjadi kendala teknis di lokasi-lokasi tersebut. Alternatif lain sempat mengarah ke Pantai Sapo, Kecamatan Batuputih, tetapi akses yang sulit harus ditempuh dengan berjalan kaki melewati lahan pertanian dan pepohonan membuat lokasi itu tidak dipilih.

Rukyat Bukan Sekadar Formalitas

Bagi LFNU Sumenep, pelaksanaan rukyatul hilal bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Rukyat merupakan bagian dari tradisi ilmiah dan syar’i dalam penentuan awal bulan hijriah, sekaligus bentuk kehati-hatian dalam menetapkan 1 Ramadhan.

Meski hasil hisab telah menunjukkan hilal tidak mungkin terlihat, rukyat tetap dilakukan sebagai bentuk konfirmasi lapangan atas data astronomis yang ada.

Keputusan resmi penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah pusat. Namun dari Sumenep, sinyalnya sudah terang, Ramadhan dipastikan belum dimulai pada petang ini.

Masyarakat pun diimbau untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah seraya menjaga suasana tetap kondusif dan khidmat dalam menyambut datangnya bulan suci.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru