Menu MBG Berbau Terulang, Pengawasan SPPG Lebeng Timur Sumenep Dipertanyakan

Selasa, 17 Februari 2026 - 06:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi MBG di SPPG Lebeng Timur, Sumenep dua kali bau ( Za - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi MBG di SPPG Lebeng Timur, Sumenep dua kali bau ( Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Polemik menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Lebeng Timur, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, di bawah naungan Yayasan Matlhabul Ulum kembali mencuat dan memantik kegelisahan serius di kalangan wali murid.

Dugaan menu berbau yang terjadi dua kali tidak lagi dipandang sebagai kesalahan teknis semata, melainkan indikasi lemahnya pengawasan keamanan pangan dalam program yang menyasar konsumsi siswa.

Keluhan muncul setelah sejumlah siswa menolak mengonsumsi makanan karena aroma tidak sedap. Bagi wali murid, persoalan ini menyentuh aspek paling mendasar: keselamatan dan kesehatan anak.

“Kalau sudah berbau dan terjadi berulang, ini bukan soal selera. Ini soal keamanan. Harus ada evaluasi menyeluruh,” ujar salah satu wali murid. Selasa (17/2/26).

Kepala SPPG Lebeng Timur, Nur Kholis, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.

Namun ia menegaskan makanan tidak dalam kondisi basi dan mengaitkan aroma yang dipersoalkan dengan penggunaan saus yogurt.

“Itu bukan basi, mas. Rasanya memang asam-manis dari saus yogurt. Banyak yang mengira basi,” jelasnya.

Pernyataan itu dinilai belum menyentuh inti persoalan. Wali murid mempertanyakan mengapa menu yang menimbulkan penolakan siswa tetap didistribusikan, serta di mana posisi pengawasan mutu sebelum makanan dibagikan ke sekolah.

Ajakan melihat dapur dan penjelasan internal dianggap tidak cukup tanpa transparansi standar operasional, uji kelayakan makanan, serta mekanisme kontrol kualitas yang jelas dan terdokumentasi.

Nur Kholis menyebut, pihaknya telah memberikan kompensasi. “Saya siap mengganti kerugian. Bisa ditanyakan ke kepala sekolah,” katanya.

Namun langkah ganti rugi justru menuai kritik. Wali murid menilai kompensasi tidak menjawab akar masalah, yakni kegagalan sistem pengawasan yang memungkinkan menu bermasalah sampai ke tangan siswa.

Sorotan kian tajam ketika isu sertifikasi dan standar keamanan pangan mencuat. Nur Kholis mengakui proses sertifikasi belum sepenuhnya rampung dan masih berjalan bertahap.

Pengakuan tersebut memperkuat kekhawatiran publik. Program yang berkaitan langsung dengan konsumsi anak dinilai seharusnya memastikan seluruh izin, sertifikasi, dan standar higienitas tuntas sebelum distribusi, bukan berjalan sambil menunggu kelengkapan administratif.

Situasi ini mendorong desakan agar Badan Gizi Nasional turun tangan secara tegas. Publik menuntut audit independen terhadap kualitas menu MBG di Lebeng Timur, termasuk pemeriksaan bahan baku, proses pengolahan, sanitasi dapur, rantai distribusi, hingga pengawasan harian.

Kasus ini kini dipandang sebagai ujian serius akuntabilitas pengelola program MBG. Tanpa evaluasi terbuka dan perbaikan sistemik, kepercayaan publik terhadap program penyediaan makanan bagi siswa dikhawatirkan terus terkikis.

Hingga berita ini ditulis, belum ada hasil pemeriksaan independen yang dipublikasikan secara resmi. Publik menunggu tindakan nyata, bukan sekadar klarifikasi dan janji perbaikan.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru