Bantuan Handtraktor Poktan Surya Tani Meddelan Sumenep Diduga Raib

Senin, 19 Januari 2026 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi bantuan handtraktor Kelompok Tani (Poktan) Surya Tani, Desa Meddelan, Lenteng,  Sumenep tahun 2021 diduga fiktif (Za - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi bantuan handtraktor Kelompok Tani (Poktan) Surya Tani, Desa Meddelan, Lenteng, Sumenep tahun 2021 diduga fiktif (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Bantuan alat pertanian berupa handtraktor yang digelontorkan kepada Kelompok Tani (Poktan) Surya Tani, Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada tahun 2021, mendadak jadi sorotan publik.

Pasalnya, bantuan yang seharusnya menunjang produktivitas pertanian dan kesejahteraan anggota kelompok tani itu disinyalir raib dan tak pernah dirasakan manfaatnya.

Informasi tersebut mencuat dari pengakuan salah satu sumber internal yang enggan disebutkan identitasnya. Ia menegaskan bahwa sejak bantuan itu dikabarkan turun pada 2021, tidak pernah sekalipun anggota Poktan melihat ataupun menggunakan unit handtraktor dimaksud.

“Saya heran. Katanya Poktan ini dapat bantuan handtraktor, tapi kenyataannya tidak pernah dipakai. Bahkan saya pribadi tidak pernah melihat wujud unit itu,” ungkap sumber tersebut. Senin (19/1/26).

Ia menilai kondisi ini janggal dan bertolak belakang dengan prinsip dasar penyaluran bantuan pemerintah yang menekankan asas manfaat, transparansi, dan penggunaan bersama oleh anggota kelompok.

Menurutnya, selama bertahun-tahun alat tersebut tak pernah muncul dalam aktivitas pertanian Poktan Surya Tani.

Isu dugaan ghaibnya handtraktor itu pun berkembang luas di tengah masyarakat Desa Meddelan. Perbincangan soal bantuan yang tak berbekas itu menjadi bahan gunjingan warga, terutama karena bantuan tersebut sempat santer dikabarkan telah diterima Poktan Surya Tani.

“Bagaimana tidak heboh, Pak. Dulu ramai dikabarkan dapat bantuan handtraktor, tapi sampai sekarang unitnya tidak jelas. Wajar kalau masyarakat menduga-duga,” katanya dengan nada kecewa.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait tata kelola bantuan pertanian di tingkat desa, mulai dari proses penyaluran, penguasaan aset, hingga mekanisme pengawasan pasca-bantuan. Terlebih, bantuan tersebut bersumber dari anggaran negara yang seharusnya dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Poktan Surya Tani, Asmuni, membantah tudingan tersebut. Pihaknya menyampaikan bahwa satu unit handtraktor bantuan tahun 2021 itu tidak hilang dan saat ini berada di rumahnya.

“Mohon maaf, Pak. Dugaan itu tidak benar. Unit handtraktor itu ada di rumah saya,” jelas Asmuni singkat.

Terkait asas manfaat, Asmuni mengklaim bahwa bantuan tersebut telah dimanfaatkan oleh anggota kelompok tani. Namun demikian, pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan kesaksian sejumlah anggota dan warga yang mengaku tidak pernah melihat penggunaan alat tersebut secara terbuka.

Perbedaan keterangan antara pengurus Poktan dan sumber internal ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah publik.

Masyarakat pun mendesak adanya klarifikasi terbuka, termasuk penelusuran dari pihak terkait, agar polemik bantuan handtraktor ini tidak terus menjadi isu liar yang merusak kepercayaan petani terhadap program bantuan pemerintah.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru