BUMDes Meddelan Sumenep Disorot, Dugaan Penyimpangan Dana Desa dalam Usaha Ternak Kambing Menguat

Kamis, 15 Januari 2026 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah seorang warga saat berada di kandang hewan ternak milik BUMDes Sumenep (Istimewa - garudajatim.com)

i

Salah seorang warga saat berada di kandang hewan ternak milik BUMDes Sumenep (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Upaya pemerintah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat desa melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kembali tercoreng.

Di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, keberadaan BUMDes justru disorot tajam setelah muncul dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Desa yang dialokasikan untuk usaha ternak kambing.

BUMDes yang semestinya menjadi pilar ekonomi desa dalam mengelola potensi dan aset secara profesional, diduga terlibat dalam pengelolaan dana yang bersumber dari 20 persen Dana Desa (DD).

Informasi yang dihimpun media garudajatim.com menyebutkan, anggaran tersebut digunakan untuk program pengadaan ternak kambing pada tahun 2025.

“Ya, dugaannya BUMDes yang mengelola ternak kambing,” ungkap salah seorang warga yang identitasnya tidak ingin dipublikasikan. Kamis (15/1/26)

Dugaan tersebut kian menguat setelah Ketua BUMDes Meddelan, Asmuni, memberikan penjelasan terkait program ternak kambing yang dijalankan.

Dalam keterangannya, ia mengakui bahwa pengelolaan usaha tersebut tidak berjalan sebagaimana konsep badan usaha profesional.

Menurut Asmuni, pengelola BUMDes justru diperlakukan layaknya buruh ternak. Setiap hari harus mencari pakan sendiri dengan mengambil rumput ke kebun dan sawah. Kondisi itu dinilainya jauh dari tata kelola usaha yang sehat dan terencana.

“Kalau memang ini usaha ternak yang bersumber dari Dana Desa, seharusnya ada alokasi anggaran untuk pakan dan operasional. Bukan hanya anggaran pembelian kambing saja,” paparnya.

Pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya besar terkait perencanaan dan penggunaan anggaran Dana Desa. Pasalnya, setiap program yang dibiayai Dana Desa wajib disusun melalui mekanisme perencanaan yang transparan, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun hukum.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Desa Meddelan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyimpangan tersebut. Sementara itu, sorotan publik terhadap pengelolaan BUMDes Meddelan kian menguat dan berpotensi menyeret perhatian aparat pengawas internal pemerintah maupun penegak hukum.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah
“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan
E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026
Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend
BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2
Lampu di Selamat Datang Padam, Wajah Sumenep Gelap di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi
Ulama dan Habaib Ultimatum DPRD Sumenep, Desak Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam
Dua Isu Besar Membayangi Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi Dinilai Lebih Aktif Bangun Pencitraan
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:03 WIB

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 13:14 WIB

Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend

Senin, 2 Maret 2026 - 08:55 WIB

BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2

Berita Terbaru