Ancaman Super Flu Mengintai, Sumenep Masih Zona Aman

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi influenza A (H3N2) subclade K atau super flu (Za - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi influenza A (H3N2) subclade K atau super flu (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Isu merebaknya influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu mulai menjadi perhatian nasional.

Namun Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Jawa Timur, memastikan hingga kini wilayahnya masih terbebas dari varian baru virus influenza tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menyatakan seluruh laporan surveilans penyakit menular dari puskesmas se-Kabupaten Sumenep masih menunjukkan kondisi aman dan terkendali.

“Sampai hari ini belum ada temuan maupun laporan kasus influenza A subclade K atau super flu di Kabupaten Sumenep,” kata Achmad Syamsuri. Kamis (8/1/26)

Meski belum ditemukan kasus, Syamsuri memilih meningkatkan kewaspadaan. Seluruh penanggung jawab (PJ) Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di puskesmas telah diminta melakukan pemantauan aktif dan memperketat deteksi dini terhadap potensi gejala penyakit pernapasan di wilayah kerja masing-masing.

“Kami sudah menginstruksikan seluruh PJ ISPA agar tetap siaga, memantau perkembangan informasi, serta cepat melaporkan jika ditemukan indikasi mencurigakan di lapangan,” tegasnya..

Langkah antisipatif ini dinilai penting mengingat Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai salah satu daerah yang telah melaporkan kasus influenza A subclade K berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI.

Tingginya mobilitas masyarakat, baik antarwilayah maupun antarpulau, turut menjadi faktor risiko penyebaran penyakit pernapasan.

“Kewaspadaan terhadap ISPA tetap kami tingkatkan. Prinsip kami jelas, lebih baik siap lebih awal dengan deteksi dini dan respons cepat,” imbuhnya.

Namun demikian, hingga saat ini Dinkes P2KB Sumenep belum menerbitkan surat edaran kewaspadaan khusus terkait super flu. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga keselarasan dengan kebijakan pemerintah pusat serta menghindari kepanikan di tengah masyarakat.

“Kami belum mengeluarkan surat edaran karena sampai sekarang belum ada edaran resmi dari Kementerian Kesehatan. Semua langkah kami sesuaikan dengan arahan pusat,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan RI mencatat sebanyak 62 kasus influenza A subclade K hingga akhir Desember 2025 yang tersebar di delapan provinsi, termasuk Jawa Timur.

Pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas layanan kesehatan tanpa menimbulkan keresahan publik.

Dinkes P2KB Sumenep juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker saat mengalami gejala flu atau batuk, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan saluran pernapasan.

“Keterlibatan masyarakat sangat penting. Jangan menyepelekan gejala, segera periksa agar bisa ditangani sejak dini,” pungkasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa
Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 
Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep
Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti
Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep
Ketika Kritik Media Dijawab dengan Emosi, Bukan Data
Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep
SPPG Bermasalah, Kritik Dibungkam: SPPI Sumenep Dinilai Tak Serius Tangani MBG
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:18 WIB

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:07 WIB

Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:01 WIB

Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:19 WIB

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Berita Terbaru

Opini

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Rabu, 14 Jan 2026 - 15:19 WIB