SUMENEP, Garuda Jatim — Isu merebaknya influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu mulai menjadi perhatian nasional.
Namun Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Jawa Timur, memastikan hingga kini wilayahnya masih terbebas dari varian baru virus influenza tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menyatakan seluruh laporan surveilans penyakit menular dari puskesmas se-Kabupaten Sumenep masih menunjukkan kondisi aman dan terkendali.
“Sampai hari ini belum ada temuan maupun laporan kasus influenza A subclade K atau super flu di Kabupaten Sumenep,” kata Achmad Syamsuri. Kamis (8/1/26)
Meski belum ditemukan kasus, Syamsuri memilih meningkatkan kewaspadaan. Seluruh penanggung jawab (PJ) Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di puskesmas telah diminta melakukan pemantauan aktif dan memperketat deteksi dini terhadap potensi gejala penyakit pernapasan di wilayah kerja masing-masing.
“Kami sudah menginstruksikan seluruh PJ ISPA agar tetap siaga, memantau perkembangan informasi, serta cepat melaporkan jika ditemukan indikasi mencurigakan di lapangan,” tegasnya..
Langkah antisipatif ini dinilai penting mengingat Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai salah satu daerah yang telah melaporkan kasus influenza A subclade K berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI.
Tingginya mobilitas masyarakat, baik antarwilayah maupun antarpulau, turut menjadi faktor risiko penyebaran penyakit pernapasan.
“Kewaspadaan terhadap ISPA tetap kami tingkatkan. Prinsip kami jelas, lebih baik siap lebih awal dengan deteksi dini dan respons cepat,” imbuhnya.
Namun demikian, hingga saat ini Dinkes P2KB Sumenep belum menerbitkan surat edaran kewaspadaan khusus terkait super flu. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga keselarasan dengan kebijakan pemerintah pusat serta menghindari kepanikan di tengah masyarakat.
“Kami belum mengeluarkan surat edaran karena sampai sekarang belum ada edaran resmi dari Kementerian Kesehatan. Semua langkah kami sesuaikan dengan arahan pusat,” jelasnya.
Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan RI mencatat sebanyak 62 kasus influenza A subclade K hingga akhir Desember 2025 yang tersebar di delapan provinsi, termasuk Jawa Timur.
Pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas layanan kesehatan tanpa menimbulkan keresahan publik.
Dinkes P2KB Sumenep juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker saat mengalami gejala flu atau batuk, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan saluran pernapasan.
“Keterlibatan masyarakat sangat penting. Jangan menyepelekan gejala, segera periksa agar bisa ditangani sejak dini,” pungkasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











