Ditinggal Pemerintah, Warga Pragaan Laok Sumenep Bangun Jalan Sendiri Setelah 10 Tahun Rusak, Diperbaiki dari Iuran dan Live TikTok

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Sumenep, saat gotong royong perbaiki jalan melalui dana swadaya masyarakat (Za - garudajatim.com)

i

Warga Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Sumenep, saat gotong royong perbaiki jalan melalui dana swadaya masyarakat (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Warga Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memilih tidak lagi menunggu.

Dengan semangat gotong royong, mereka memperbaiki jalan poros desa sepanjang 250 meter yang rusak parah selama bertahun-tahun, sepenuhnya menggunakan dana swadaya masyarakat.

Perbaikan jalan tersebut dilakukan secara mandiri lantaran akses vital desa itu tak pernah mendapat perhatian serius dari Pemerintah Desa (Pemdes) maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, meski kerusakan sudah berlangsung lebih dari satu dekade.

“Sudah rusak sejak lama, lebih dari sepuluh tahun. Lubang di mana-mana, licin kalau hujan, dan sering bikin orang jatuh. Kami sudah capek menunggu,” ujar Abusairi, koordinator aksi warga. Selasa (6/1/26).

Jalan poros tersebut, lanjut dia, merupakan akses utama bagi aktivitas warga, mulai dari jalur anak-anak menuju sekolah, petani mengangkut hasil panen, hingga mobilitas pedagang antar desa.

Pihaknya menyatakan, namun selama bertahun-tahun, kondisi jalan dibiarkan rusak berat, berlubang, dan nyaris tak layak dilalui.

Ia menegaskan, kondisi itu kerap memicu kecelakaan kecil, kendaraan mogok, hingga memperlambat roda ekonomi warga desa.

“Situasi inilah yang akhirnya memicu kesadaran kolektif masyarakat untuk bertindak tanpa menunggu bantuan pemerintah,” tegasnya.

Berbekal peralatan sederhana, warga secara bergiliran turun langsung memperbaiki badan jalan. Material diperoleh dari hasil patungan, sementara tenaga murni berasal dari masyarakat sekitar.

Yang menarik, sebagian dana perbaikan juga berasal dari donasi masyarakat luas yang dihimpun melalui siaran langsung di TikTok.

Lewat cara itu, warga berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp15 juta, yang seluruhnya digunakan untuk pembelian material dan kebutuhan teknis di lapangan.

“Ini murni dari rakyat. Tidak ada dana desa, tidak ada bantuan kabupaten. Semua transparan dan dikerjakan bersama,” ucap Abusairi.

Aksi swadaya ini menyisakan ironi. Di tengah aliran Dana Desa yang mencapai miliaran rupiah setiap tahun, jalan poros yang menjadi kebutuhan dasar justru tak tersentuh pembangunan.

Warga pun mulai mempertanyakan prioritas kebijakan pembangunan desa, terutama terkait transparansi dan keberpihakan anggaran terhadap kebutuhan riil masyarakat.

“Kami tidak menuntut macam-macam. Jalan ini saja dulu yang dibenahi, karena ini urat nadi desa,” ungkap salah seorang warga yang ikut bekerja.

Lebih dari sekadar perbaikan infrastruktur, aksi ini menjadi kritik sosial terbuka terhadap lemahnya kehadiran negara di tingkat paling bawah.

Warga menunjukkan bahwa gotong royong masih hidup, namun semangat tersebut seharusnya menjadi pelengkap, bukan pengganti tanggung jawab pemerintah.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru