SUMENEP, Garuda Jatim – Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan setelah beredar video rencana pagelaran MR Ball yang menampilkan DJ Meysha digulirkan oleh panitia lokal di venue hiburan malam MR Ball, Jalan Arya Wiraraja.
Rencana acara tersebut memicu kecaman keras dari sejumlah aktivis masyarakat sipil dan mahasiswa setempat yang menilai kegiatan itu bertentangan dengan nilai religius, budaya lokal, dan tata sosial komunal Sumenep.
Aktivis Sumenep, Tolak Amir, menyatakan bahwa pagelaran DJ musik elektronik semacam ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan potensi pelanggaran terhadap kultur religius Sumenep yang selama ini sangat dijunjung tinggi oleh warganya.
“Karenanya, gelaran pesta malam berpenampilan DJ dan elemen nightlife akan membawa dampak negatif, khususnya pada generasi muda yang rentan terpengaruh gaya hidup konsumeristik yang dinilai tidak cocok dengan karakter lokal masyarakat Sumenep,” ujarnya. Jumat (2/1/25)
“Kami memahami bahwa warga berhak berekspresi, namun ketika ekspresi itu menabrak norma budaya, kita wajib bersuara. DJ Meysha di MR Ball bukan sekadar musik, ini adalah simbol dari arus eksternal yang bisa merusak struktur moral komunitas,” tegasnya.
Menurutnya, ini bukan soal selera musik. Ini soal keberanian menantang wajah Sumenep sebagai daerah religius. Jika dipaksakan, jangan salahkan rakyat bila turun tangan.
Pihaknya menilai, rencana acara ini sarat kejanggalan, terutama soal perizinan yang terkesan senyap dan minim sosialisasi publik.
Amir menyampaikan, apakah Aparat Penegak Hukum memberikan izin dan dasar pemberian izin seperti apa jika diizinkan, dan rekomendasi tokoh agama, serta kajian dampak sosial dan keamanan.
“Kalau aparat berani mengeluarkan izin tanpa mendengar suara ulama dan masyarakat, maka yang dipertaruhkan bukan cuma acara, tapi legitimasi moral pemerintah sendiri,” kecamnya.
“Ini lebih nekat. Seolah-olah ada yang ingin menguji sejauh mana masyarakat Sumenep masih bisa dibungkam,” tukasnya.
Namun hingga berita ini diturunkan, setelah redaksi garudajatim.com mencoba konfirmasi melalui media WhatsApp, Pihak Mr Ball dan Polres Sumenep masih bungkam.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











