SUMENEP, Garuda Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi pelajar justru menuai polemik serius di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Redaksi garudajatim.com menerima sejumlah keluhan dari wali murid, siswa, hingga tenaga pendidik yang menyebut kualitas menu MBG jauh dari standar kelayakan pangan.
Beberapa siswa dilaporkan menolak makanan yang dibagikan karena mengeluarkan bau tidak sedap. Bahkan, buah yang disajikan disebut dalam kondisi busuk dan tidak segar.
“Kami khawatir ini bukan sekadar soal rasa, tapi soal keamanan makanan anak-anak kami,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya. Kamis (1/1/26)
Kekhawatiran tersebut diperkuat dengan fakta bahwa sebagian siswa memilih tidak mengonsumsi menu MBG karena ragu terhadap kelayakannya.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang sistem pengawasan dan standar operasional penyediaan makanan dalam program MBG, khususnya di bawah pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Saronggi.
Program yang seharusnya menjamin asupan sehat justru diduga menyimpan potensi risiko kesehatan bagi peserta didik.
Untuk memastikan keberimbangan informasi, redaksi garudajatim.com telah melakukan konfirmasi kepada Kepala SPPG Saronggi melalui pesan WhatsApp sejak Rabu (31/12/2025). Redaksi meminta penjelasan resmi terkait dugaan penyajian menu tidak layak konsumsi sebagaimana dikeluhkan wali murid, siswa, dan guru.
Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun jawaban atau klarifikasi yang diberikan. Bahkan saat redaksi kembali meminta surat keterangan atau penjelasan tertulis dari SLHS SPPG Saronggi sebagai bentuk pertanggungjawaban institusional, respons tetap nihil.
Sikap bungkam ini justru memperbesar tanda tanya publik. Di tengah sensitifnya isu pangan dan keselamatan anak, diamnya pengelola program dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas dan transparan.
Sejumlah wali murid mendesak agar instansi berwenang segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka menuntut audit terhadap proses pengadaan bahan, pengolahan makanan, distribusi, hingga pengawasan mutu sebelum makanan disajikan kepada siswa.
Redaksi garudajatim.com menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini secara independen dan profesional. Ruang hak jawab tetap terbuka bagi pihak SPPG Saronggi maupun instansi terkait agar publik memperoleh informasi yang utuh, berimbang, dan akurat, terutama menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak sekolah.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











