Nugget Berbau dan Nanas Busuk Warnai MBG Saronggi Sumenep, Publik Sorot Lemahnya Pengawasan dan Kepemimpinan SPPG

Senin, 29 Desember 2025 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mendistribusikan menu MBG berupa nugget berbau tidak sedap serta buah nanas dalam kondisi banyak yang busuk kepada penerima manfaat (Za - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mendistribusikan menu MBG berupa nugget berbau tidak sedap serta buah nanas dalam kondisi banyak yang busuk kepada penerima manfaat (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Jawa Timur – Dugaan kelalaian serius mencuat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Lembaga penyelenggara program tersebut diduga mendistribusikan menu MBG berupa nugget berbau tidak sedap serta buah nanas dalam kondisi banyak yang busuk kepada penerima manfaat, sebuah temuan yang langsung memantik kemarahan publik.

Kasus ini dinilai bukan sekadar insiden teknis, melainkan cerminan buruknya pengawasan food handler serta lemahnya fungsi kontrol pimpinan SPPG.

Masyarakat menilai, jika makanan tidak layak konsumsi masih bisa lolos hingga tahap distribusi, maka sistem pengawasan internal patut dipertanyakan secara serius.

Kecaman keras datang dari Fathor Rahman, Aktivis Muda Sumenep. Pihaknya menyampaikan bahwa peristiwa tersebut telah mencederai esensi dan tujuan mulia Program MBG yang sejatinya dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan kelompok rentan.

“Ini bukan soal nugget berbau dan buah nanas busuk semata, tapi soal mentalitas pengelola. Jika makanan tidak layak konsumsi masih bisa lolos distribusi, itu berarti pengawasan food handler sangat lemah dan kepala SPPG gagal menjalankan fungsi kontrol,” ujar Fathor Rahman. Senin (29/12/25).

Menurut Rahman, tindakan SPPG Saronggi telah melampaui batas kewajaran dan secara terang-terangan melanggar Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah Program MBG Tahun Anggaran 2025.

“Program Makan Bergizi Gratis ini menyasar anak-anak dan masyarakat rentan. Jika makanan berbau dan buah busuk tetap dibagikan, itu bukan hanya ceroboh, tapi berpotensi membahayakan kesehatan bahkan nyawa. Ini tidak boleh ditoleransi,” tegasnya.

Rahman merujuk secara tegas pada aturan yang telah ditetapkan pemerintah, di antaranya, Poin 5, SPPG dilarang mendistribusikan makanan yang tidak higienis atau basi. Dan poin 8, SPPG dilarang menggunakan bahan makanan yang busuk atau tidak layak konsumsi.

Distribusi nugget berbau dan buah nanas busuk, menurutnya, merupakan pelanggaran kasat mata yang tidak membutuhkan pembelaan panjang ataupun klarifikasi berbelit-belit.

Lebih lanjut, ia mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait agar tidak bersikap lunak dan segera menjatuhkan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan sampai kasus ini hanya diselesaikan dengan klarifikasi atau permintaan maaf. Aturan sudah jelas, sanksinya juga jelas. Jika pemerintah ingin menjaga marwah Program MBG, maka sanksi harus ditegakkan tanpa kompromi,” ungkapnya.

Ia mengingatkan, bahwa regulasi telah mengatur sanksi bagi penyelenggara MBG yang melanggar, mulai dari teguran tertulis, pengembalian dana bantuan ke Kas Negara, blacklist yayasan, pembatalan Perjanjian Kerja Sama (PKS), pemblokiran NPSN, hingga proses hukum apabila ditemukan unsur kesengajaan atau kerugian negara.

“Jika ada unsur pembiaran atau kesengajaan, aparat penegak hukum wajib turun tangan. Jangan sampai program nasional yang dibiayai uang negara ini dipermainkan,” pungkasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Klarifikasi Kepala SDN Juluk II Sumenep atas Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi MBG
Dukung Inisiatif Keberlanjutan, MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan Inovasi Kuliner “Rebellious Hunger”
HDDAP Jadi Mesin Baru Pertanian Sumenep, Dari Lahan Kering Menuju Lumbung Hortikultura Modern
Harlah ke-VIII LBH Achmad Madani, Merawat Warisan Perjuangan, Menguatkan Barisan Pembela Keadilan
SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 
Tarik Ulur Kepentingan di Balik Tiga Raperda, DPRD Sumenep Uji Arah Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Aset
Temuan Ulat dan Rambut di Menu MBG yang Disalurkan SPPG Pakamban Laok 2 Picu Desakan Evaluasi Total
Dinsos P3A Sumenep Perkuat Peran, Satgas PPA Desa Jadi Instrumen Utama Perlindungan Perempuan dan Anak
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:32 WIB

Klarifikasi Kepala SDN Juluk II Sumenep atas Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi MBG

Jumat, 17 April 2026 - 12:28 WIB

Dukung Inisiatif Keberlanjutan, MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan Inovasi Kuliner “Rebellious Hunger”

Jumat, 17 April 2026 - 10:20 WIB

HDDAP Jadi Mesin Baru Pertanian Sumenep, Dari Lahan Kering Menuju Lumbung Hortikultura Modern

Kamis, 16 April 2026 - 18:26 WIB

Harlah ke-VIII LBH Achmad Madani, Merawat Warisan Perjuangan, Menguatkan Barisan Pembela Keadilan

Rabu, 15 April 2026 - 22:20 WIB

SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 

Berita Terbaru

SPPG Karangnangka, Kecamatan Rubaru, saat menerima penghargaan dari BGN ( Istimewa - garudajatim.com)

Berita

SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 

Rabu, 15 Apr 2026 - 22:20 WIB