Aliansi Masyarakat dan Aktivis Pelindung Perempuan-Anak Sumenep Siap Gruduk Polres, Soroti Dugaan Kriminalisasi Keluarga Korban Kekerasan Seksual

Jumat, 26 Desember 2025 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Flyer Aksi Darurat Aliansi Masyarakat dan Aktivis Pelindung Perempuan-Anak Sumenep Siap Gruduk Polres (Istimewa - garudajatim.com)

i

Flyer Aksi Darurat Aliansi Masyarakat dan Aktivis Pelindung Perempuan-Anak Sumenep Siap Gruduk Polres (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Gelombang perlawanan masyarakat sipil terhadap maraknya kekerasan seksual di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur kian menguat.

Aliansi Masyarakat dan Aktivis Pelindung Perempuan dan Anak Sumenep menyatakan akan menggelar aksi damai besar-besaran di depan Polres Sumenep pada Senin, 29 Desember 2025 mendatang.

Aksi ini merupakan respons atas meningkatnya kasus kekerasan seksual, pelecehan, serta berbagai bentuk ancaman terhadap perempuan dan anak yang dinilai semakin masif, sistemik, dan meninggalkan trauma mendalam bagi korban maupun keluarga.

Aliansi menilai, selain penderitaan fisik dan psikologis, sejumlah korban justru menghadapi tekanan lanjutan berupa proses hukum yang dianggap tidak berpihak.

Aliansi tersebut terdiri dari beragam elemen masyarakat, organisasi perempuan, aktivis mahasiswa, hingga tokoh keagamaan, antara lain: Perempuan Inspirasi Sumenep (PIS), Women Center Sumenep, Setara Perempuan, Korpri PC PMII Sumenep, KPI, Fatayat NU Kabupaten Sumenep, IKA PMII Cabang Sumenep, LSM DPP BIDIK, Aliansi BEM se-Kabupaten Sumenep, LSM Pelangi Sejahtera, Yayasan Rumah Damai Sumekar, Perkumpulan Cako, Majelis Sholawat Wali Songo, Majelis Dzikir Sumenep, PC PMII Sumenep Masa Khidmat 2025–2026, hingga DPC GMNI Sumenep.

perwakilan Perempuan Inspirasi Sumenep (PIS), Lina Wafia, menegaskan, aksi damai sebagai bentuk desakan moral dan hukum agar negara hadir melindungi korban kekerasan seksual, khususnya perempuan dan anak.

Ia menyebut adanya dugaan serius bahwa penanganan perkara di Polres Sumenep justru mengarah pada perlindungan terhadap terduga pelaku.

“Isu Polres Sumenep yang melindungi para pelaku kejahatan kelamin atau predator anak, serta mengkriminalisasi keluarga korban kejahatan seksual berdasarkan LP/B/303/VI/2025/SPKT/Polres Sumenep/Polda Jawa Timur tertanggal 24 Juni 2025, menjadi alasan utama kami turun ke jalan,” tegas Lina. Jumat (26/12/25)

Menurutnya, kondisi tersebut memperparah trauma korban dan menimbulkan ketakutan bagi keluarga lain untuk melapor. Mereka menilai, praktik semacam ini berpotensi mencederai rasa keadilan publik serta meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.

Dalam rencana aksi damai itu, aliansi juga membawa empat tuntutan utama, yakni:

1. Mendesak pemecatan dan proses hukum terhadap oknum kepolisian yang diduga menerima laporan dari pihak keluarga terduga pelaku predator perempuan dan anak.

2. Menuntut penangkapan dan pemidanaan terhadap pelapor yang diduga melakukan rekayasa laporan.

3. Meminta penghentian penyidikan (SP3) terhadap laporan yang dinilai sebagai bentuk kriminalisasi keluarga korban.

4. Menegaskan agar tidak ada lagi oknum aparat yang melindungi pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di masa mendatang.

Pihaknya menyampaikan, perjuangan ini tidak hanya berfokus pada satu kasus, melainkan menjadi alarm keras atas pentingnya reformasi penanganan kasus kekerasan seksual di daerah.

“Kami juga menuntut jaminan perlindungan hukum, pendampingan psikologis, serta pemenuhan hak korban, sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru