MBG Berjamur di Lenteng Sumenep, Anak Sekolah Disuguhi Makanan Rusak, Kepala SPPG dan Food Handler Disorot Tajam

Rabu, 24 Desember 2025 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi kepala SPPG Matlabul Ulum Jambu Lenteng tuai protes atas penyajian MBG gratis membusuk (Za - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi kepala SPPG Matlabul Ulum Jambu Lenteng tuai protes atas penyajian MBG gratis membusuk (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejatinya menjadi instrumen negara dalam menjamin asupan gizi anak sekolah justru berubah menjadi sumber kegelisahan publik di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Di Kecamatan Lenteng, tepatnya pada SPPG Matlabul Ulum Jambu, program strategis tersebut menuai kecaman keras masyarakat setelah ditemukan makanan tidak layak konsumsi yang tetap dibagikan kepada siswa.

Keluhan wali murid mencuat setelah menu MBG yang didistribusikan ke sejumlah sekolah kedapatan berisi roti berjamur serta apel dalam kondisi hampir busuk.

Temuan itu sontak memantik kemarahan warga, sebab makanan tersebut bukan hanya gagal memenuhi standar gizi, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak.

Bagi masyarakat Lenteng, insiden ini bukan persoalan sepele. Publik menilai ada kelalaian serius dalam rantai pengawasan, khususnya pada level Kepala SPPG dan petugas food handler yang seharusnya menjadi benteng terakhir keamanan pangan.

“Kalau Kepala SPPG menjalankan tugasnya dengan benar, tidak mungkin makanan berjamur bisa sampai ke tangan anak-anak. Ini bukan ceroboh, tapi kelalaian serius,” ujar MR, warga Lenteng. Rabu (23/12/25).

Sorotan tajam juga diarahkan kepada food handler yang bertanggung jawab langsung terhadap penanganan makanan. Warga mempertanyakan efektivitas sertifikasi yang diklaim dimiliki para petugas, mengingat produk rusak bisa lolos hingga tahap distribusi.

“Food handler katanya bersertifikat, tapi kok roti berjamur lolos? Sertifikatnya dipertanyakan, kerjanya juga patut dipertanyakan,” tegas seorang warga lainnya.

Lebih lanjut, masyarakat menilai Kepala SPPG telah gagal menjalankan fungsi pengawasan internal. Tidak adanya pengecekan akhir sebelum makanan dibagikan disebut sebagai kesalahan fatal yang mencerminkan lemahnya manajemen dapur MBG.

“Ini dapur untuk anak sekolah, bukan tempat buang makanan rusak. Kepala SPPG harus bertanggung jawab penuh, jangan cuci tangan,” ucap seorang wali murid dengan nada geram.

Desakan publik tidak berhenti di situ. Transparansi soal pihak katering penyedia makanan turut dipersoalkan. Roti berjamur dan buah nyaris busuk memunculkan dugaan bahwa katering tidak memenuhi standar keamanan pangan sebagaimana mestinya.

“Kami ingin tahu, kateringnya sudah bersertifikat atau belum? Jangan sampai demi mengejar anggaran, anak-anak dijadikan korban,” kata warga setempat yang namanya tak mau disebutkan.

Bagi masyarakat Lenteng, kasus ini adalah peringatan keras bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh dijalankan secara serampangan. Program yang menyangkut kesehatan dan masa depan anak bangsa, menurut mereka, harus dikelola dengan disiplin tinggi, pengawasan ketat, serta akuntabilitas penuh.

Warga pun mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap Kepala SPPG, food handler, hingga pihak katering, disertai sanksi tegas apabila terbukti lalai. Mereka menegaskan, pembiaran terhadap insiden semacam ini hanya akan membuka peluang terulangnya kasus serupa.

“Jangan tunggu ada anak sakit dulu baru sibuk klarifikasi. Kepala SPPG dan food handler harus bertanggung jawab atas kelalaian ini,” pungkas warga.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa
Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 
Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep
Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti
Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep
Ketika Kritik Media Dijawab dengan Emosi, Bukan Data
Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep
SPPG Bermasalah, Kritik Dibungkam: SPPI Sumenep Dinilai Tak Serius Tangani MBG
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:18 WIB

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:07 WIB

Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:01 WIB

Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:19 WIB

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Berita Terbaru

Opini

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Rabu, 14 Jan 2026 - 15:19 WIB