Mas Dhito Beri Tiga Kompas Integritas untuk 971 ASN Baru

Sabtu, 6 Desember 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat memberikan arahan kepada 138 CPNS dan 833 PPPK (Istimewa - garudajatim.com)

i

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat memberikan arahan kepada 138 CPNS dan 833 PPPK (Istimewa - garudajatim.com)

KEDIRI, Garuda Jatim — Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) baru di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendapat pesan tegas sekaligus menggugah dari Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito.

Pesan itu bukan sekadar formalitas penutup pelatihan, melainkan mandat moral yang akan menjadi kompas integritas bagi generasi baru birokrasi di Bumi Panjalu.

Pesan tersebut disampaikan Mas Dhito saat menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS dan Orientasi PPPK Tahun 2025, di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG).

Ada 138 CPNS dan 833 PPPK yang resmi menyelesaikan proses tersebut, kelak menjadi wajah baru pelayanan publik Kabupaten Kediri.

Dalam sambutannya, Mas Dhito mengingatkan bahwa menjadi ASN bukan hanya soal status, tetapi tentang komitmen moral yang melekat seumur hidup.

“Kalau sudah jadi ASN itu tidak boleh melanggar norma-norma yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Yang kedua, harus bekerja dengan hati dan pikiran,” tegasnya. Sabtu (6/12/25)

Ia menyatakan, integritas bukan hanya soal patuh aturan, tetapi juga tentang keberanian bekerja jujur, menghindari praktik buruk, dan menomorsatukan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya butuh orang yang jujur dan loyal kepada masyarakat,” kata Mas Dhito.

Dhito secara terang menyebut empat sektor yang menjadi prioritas Pemkab Kediri yaitu pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sosial.

Ia menekankan, bahwa para ASN baru harus memahami tantangan riil di lapangan, bukan sekadar bekerja di belakang meja.

Birokrasi dituntut semakin peka, lanjut dia, tidak menunggu aduan, tetapi proaktif terhadap persoalan sosial di sekitar.

Menurut Dhito, bahwa keberhasilan pembangunan tidak mungkin dicapai bila setiap sektor berjalan sendiri-sendiri.

“Dalam membangun daerah tidak mungkin bisa dicapai secara individual. Kerja kolaborasi itu wajib,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru