KLB Campak Sumenep Belum Dicabut, Dinkes Masih Tunggu Lampu Hijau dari Kemenkes

Selasa, 25 November 2025 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, saat menjelaskan tentang KLB Campak di ruang kerjnaya (Istimewa - garudajatim.com)

i

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, saat menjelaskan tentang KLB Campak di ruang kerjnaya (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, hingga awal pekan ini masih belum dicabut.

Dinas Kesehatan P2KB Sumenep menegaskan bahwa keputusan penghentian status darurat tersebut sepenuhnya berada di tangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yang hingga kini belum mengeluarkan rekomendasi resmi meski proses evaluasi telah dilakukan.

“Kami masih menunggu rekomendasi dari Kemenkes. Perkiraannya dalam minggu ini, tetapi sampai sekarang kami belum mendapatkan informasinya,” tegas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri. Selasa (25/11/25).

Syamsuri menjelaskan, bahwa pada Selasa dan Rabu pekan lalu, tim dari Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Agenda utama pertemuan itu adalah mengevaluasi data KLB yang telah dilaporkan daerah, sekaligus memverifikasi kelengkapan dokumen penanganan kasus.

Menurutnya, evaluasi dilakukan secara komprehensif selama dua hari.

“Hari pertama membahas evaluasi laporan yang sudah kami sampaikan. Hari kedua mereka turun langsung ke lapangan untuk mengambil sampel dan melihat pelaksanaan penanganan KLB di puskesmas,” jelasnya.

Salah satu lokasi yang dipantau langsung oleh tim Kemenkes adalah Puskesmas Kalianget, wilayah dengan jumlah kasus campak tertinggi di Kabupaten Sumenep.

Selain kasus yang besar, cakupan Outbreak Response Immunization (ORI) di puskesmas tersebut tercatat melampaui 95 persen, tertinggi di kabupaten.

“Di Puskesmas Kalianget itu kasusnya paling banyak. Semua dokumentasi dan catatan pelaksanaan di sana dijadikan bahan untuk rekomendasi pencabutan KLB,” tambah Syamsuri.

Kunjungan tersebut, menurutnya, penting untuk memastikan bahwa penanganan di lapangan berjalan sesuai standar dan bahwa tidak ada indikator epidemiologis yang masih mengarah pada risiko penularan aktif.

Selama status KLB belum dicabut, Dinkes Sumenep memastikan bahwa pengawasan kasus campak tetap dilakukan secara intensif setiap hari.

Pemantauan dilakukan melalui laporan rutin dari 30 puskesmas serta koordinasi dengan rumah sakit rujukan di kabupaten.

“Kami tetap memantau 30 puskesmas dan rumah sakit. Semua masih masuk pantauan sampai nanti status KLB benar-benar dicabut,” tukas Syamsuri.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru