Kepala Desa Galis Giligenting Sumenep Bungkam Soal Dugaan Intimidasi dalam Penyaluran Bansos

Senin, 10 November 2025 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Akhmad Syafri Wiarda bungkam terhadap kasus penyalahgunaan kewenangan PKH (Za - garudajatim.com)

i

Kepala Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Akhmad Syafri Wiarda bungkam terhadap kasus penyalahgunaan kewenangan PKH (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Kepala Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, bungkam terhadap polemik dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos).

Sebuah voice note berdurasi lebih dari dua menit beredar luas di berbagai grup WhatsApp warga dan menyulut spekulasi serius terkait potensi intimidasi dan monopoli pencairan bansos.

Rekaman itu berisi suara perempuan yang diduga meminta penerima bansos mengambil dana hanya melalui agen miliknya.

Dalam rekaman yang sama, suara tersebut juga mengklaim memiliki kewenangan menghapus nama penerima bantuan apabila permintaan tersebut tidak diikuti.

Pesan bernada tekanan tersebut memicu kekhawatiran sejumlah keluarga penerima manfaat, yang takut hak mereka terancam hilang.

“Kami takut kalau tidak ikut arahan, nanti tiba-tiba nama kami dihapus,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Senin (10/11/25)

Nama perempuan dalam rekaman itu disebut-sebut berinisial F, yang dikaitkan secara informal oleh warga dengan pemerintahan desa. Meski demikian, hubungan resminya dengan struktur pemerintahan desa belum dikonfirmasi.

Sejak voice note beredar, F sempat dihubungi wartawan untuk dimintai klarifikasi. Dalam sambungan telepon pada Sabtu (8/11/25) siang kemarin, terdengar suara perempuan yang diyakini sebagai F sempat merespons singkat.

“Halo, iya benar,” kata F. Tidak lama kemudian, suara itu berganti menjadi suara anak kecil.

“Nggak ada mama, ini HP-nya dipegang aku. Mama nggak ada, nanti aku bilang ke mama,” ucap anak tersebut.

Pergantian suara yang tiba-tiba memunculkan dugaan bahwa F menghindari permintaan klarifikasi. Hingga kini, tidak ada keterangan resmi yang diberikan untuk menjawab polemik yang beredar.

Sementara itu, Kepala Desa Galis, Akhmad Syafri Wiarda, yang diharapkan dapat memberikan penjelasan terkait kegaduhan ini, juga belum merespons.

Beberapa kali dihubungi melalui telepon maupun pesan singkat, tidak ada jawaban hingga berita ini diterbitkan.

Sikap bungkam tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat yang berharap adanya kejelasan.

Bagi warga, ketidakpastian ini menambah kecemasan, terlebih isu menyebutkan bahwa akses terhadap bansos terkesan dikondisikan untuk tujuan tertentu.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 513 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru