Alasan Perbaikan Jalan dan Pembangunan Kamar Mandi Jadi Sorotan: Dugaan Penyimpangan Bansos di Desa Galis Menguat

Sabtu, 8 November 2025 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Akhmad Syafri Wiarda bungkam terhadap kasus penyalahgunaan kewenangan PKH (Za - garudajatim.com)

i

Kepala Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Akhmad Syafri Wiarda bungkam terhadap kasus penyalahgunaan kewenangan PKH (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Diduga karena alasan pembangunan kamar mandi dan perbaikan jalan desa menjadi pusat perhatian publik setelah mencuat dugaan penyalahgunaan bantuan sosial (bansos) di Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Seorang perempuan berinisial F, yang disebut-sebut sebagai istri Kepala Desa Galis, dituding meminta sejumlah uang dari dana yang diterima warga penerima manfaat. Dana tersebut disebut dialihkan untuk membiayai pembangunan fasilitas desa.

Dugaan itu menguat setelah beredar rekaman suara yang tersebar luas di grup WhatsApp warga. Dalam rekaman yang ramai diperbincangkan pada Sabtu (8/11).
Suara perempuan yang diduga F menyebut bahwa sebagian dana bantuan sengaja dipotong untuk tujuan pembangunan fasilitas umum.

“Kemarin saya minta dan memotong beberapa nominal. Karena itu saya ingin membuat kamar mandi dan mengaspal jalan,” jelas suara yang disebut berasal dari F.

Selain menyampaikan alasan pemotongan, suara dalam rekaman tersebut juga diduga memberikan peringatan keras agar warga mencairkan bansos hanya melalui satu agen tertentu, yang dikaitkan dengan dirinya.

“Awas jangan sampai saya menemukan ambil di agen lain. Saya pastikan saya laporkan ke suami saya,” bunyi potongan rekaman tersebut.

Sejumlah warga mengaku resah dengan dugaan praktik tersebut. Mereka menilai pemotongan dana bansos tidak sepatutnya dilakukan karena bantuan itu merupakan hak penuh penerima manfaat.

“Kami merasa tertekan. Masa bantuan yang kami terima harus dipotong dengan alasan mau bangun kamar mandi dan jalan? Itu kan tugas pemerintah desa, bukan pakai uang bantuan,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga lainnya menyebut bahwa pola serupa telah berlangsung cukup lama, namun sebagian penerima enggan bersuara karena takut mendapat tekanan.

Media mencoba mengonfirmasi F untuk meminta penjelasan. F sempat mengangkat telepon dan menjawab singkat:

“Halo, iya benar.” kata F. Namun, beberapa detik kemudian, suara yang terdengar berubah menjadi suara anak kecil yang mengaku sedang memegang ponsel ibunya.

“Nggak ada mama, ini HP-nya dipegang aku. Mama nggak ada,” ucap anak tersebut sebelum sambungan terputus.

Perubahan mendadak itu memunculkan dugaan bahwa F menghindari klarifikasi lebih lanjut atas isi rekaman yang beredar.

Sementara itu, Kepala Desa Galis, Akhmad Syafri Wiarda, belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui pesan singkat maupun panggilan telepon.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah desa belum menyampaikan klarifikasi resmi mengenai dugaan pemotongan dana bansos untuk pembiayaan pembangunan.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa
Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 
Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep
Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti
Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep
Investasi Sumenep Tembus Rp2 Triliun di Tengah Transisi Regulasi, UMKM Jadi Penyangga Utama Ekonomi Daerah
52 SPPG Sumenep Abai Uji Limbah Meski Diwajibkan Kepmen 2760
Perpres MBG Diperluas, Presiden Prabowo: Semua Tenaga Pendidikan Adalah Prioritas Bangsa
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:18 WIB

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:07 WIB

Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:01 WIB

Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:50 WIB

Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep

Berita Terbaru

Opini

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Rabu, 14 Jan 2026 - 15:19 WIB