Bapenda Sumenep Gaspol Bangun Budaya Taat Pajak Lewat Gerebek Pajak 2025

Jumat, 7 November 2025 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, saat menggelar gerebek pajak (Za - garudajatim.com)

i

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, saat menggelar gerebek pajak (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur kembali menunjukkan gebrakan kreatif dalam menggenjot penerimaan daerah.

Melalui Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD), program inovatif bertajuk “Gerebek Pajak 2025” kembali digelar, kali ini menyasar sentra kuliner populer Mie Gacoan, yang berlokasi di Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

Gerebek Pajak 2025 dirancang sebagai pendekatan persuasif yang menempatkan edukasi dan hiburan dalam satu ruang.

Langkah ini menyasar kelompok usaha kuliner, sektor yang kian bergairah dan menyumbang potensi besar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Bapenda Sumenep, Akhmad Sugiharto, mengatakan bahwa Gerebek Pajak merupakan upaya membangun kedekatan dengan masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus menghapus stigma bahwa pajak selalu identik dengan tekanan.

“Kami ingin menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus edukatif. Melalui Gerebek Pajak, kami mengajak masyarakat memahami bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi kontribusi nyata bagi pembangunan Sumenep,” ujar Akhmad Sugiharto. Jum’at (7/11/25)

Dengan konsep yang dikemas ringan, lanjut dia, pengunjung maupun pelaku usaha diajak untuk lebih memahami prosedur pembayaran pajak, transparansi alur penerimaan, hingga manfaatnya bagi sektor pembangunan, mulai dari jalan desa, ruang publik, hingga layanan edukasi dan kesehatan.

Sugiharto menegaskan, program ini tak hanya berhenti di kawasan kota. Gerebek Pajak 2025 akan bergerak ke berbagai titik strategis, hingga ke wilayah kecamatan dan pusat pertumbuhan ekonomi lokal.

“Semakin banyak wajib pajak yang sadar dan taat, maka semakin kuat pula kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, menyambut hangat respons positif masyarakat dan pelaku usaha yang ikut berpartisipasi.

Menurutnya, Gerebek Pajak merupakan momentum untuk membangun komunikasi dua arah yang lebih manusiawi dan terbuka.

“Kami tidak hanya menagih pajak, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Gerebek Pajak adalah bentuk kolaborasi antara edukasi, hiburan, dan pelayanan publik,” ungkapnya.

Faruk menambahkan, penerimaan pajak daerah adalah penopang krusial pembangunan dan pelayanan masyarakat. Di tengah tuntutan pembangunan yang semakin kompleks, kepatuhan pajak menjadi kunci mempercepat kemajuan.

“Pajak daerah adalah darah pembangunan. Semakin tinggi tingkat kepatuhan pajak, semakin cepat pula kita bisa mewujudkan Sumenep yang maju dan sejahtera.” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah
“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan
E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026
Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend
BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2
Lampu di Selamat Datang Padam, Wajah Sumenep Gelap di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi
Ulama dan Habaib Ultimatum DPRD Sumenep, Desak Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam
Dua Isu Besar Membayangi Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi Dinilai Lebih Aktif Bangun Pencitraan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:03 WIB

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 13:14 WIB

Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend

Senin, 2 Maret 2026 - 08:55 WIB

BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2

Berita Terbaru