Tonggak Baru Atasi Sampah Jadi Energi Bersih, DLH Sumenep Resmi Kirim Perdana 24,1 Ton RDF ke PT SBI

Jumat, 7 November 2025 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf,  saat sambutan di acara penandatanganan kontrak sampah RDF (Za - garudajatim.com)

i

Plt Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, saat sambutan di acara penandatanganan kontrak sampah RDF (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, Jawa Timur, resmi menandatangani kontrak kerja sama sekaligus melepas pengiriman perdana 24,1 ton Refuse Derived Fuel (RDF) hasil olahan sampah ke PT Solusi Bangun Indonesia (SBI).

Momentum bersejarah ini berlangsung di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sumenep, dengan disaksikan Wakil Bupati Sumenep K.H. Imam Hasyim, perwakilan DLH Provinsi Jawa Timur, serta Komisi III DPRD Sumenep.

Langkah tersebut menegaskan keseriusan pemerintah daerah mengakselerasi pengelolaan sampah, tak hanya sekadar penanganan, tetapi juga pengembangan inovasi yang memberi manfaat ekonomi dan lingkungan.

Plt Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menyatakan rasa optimis terhadap kerja sama strategis tersebut.

Menurutnya, RDF menjadi kunci penting dalam upaya mengubah ancaman sampah menjadi peluang energi alternatif yang bernilai guna.

“Persoalan sampah merupakan isu lingkungan yang sensitif dan menyangkut semua pihak. Karena itu, kami terus berinovasi agar masalah ini bisa segera teratasi dengan solusi berkelanjutan,” ujar Anwar. Jum’at (7/11/25)

RDF sendiri merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik dan nonorganik. Produk energi ini kemudian dimanfaatkan industri, termasuk pabrik semen, sebagai pengganti bahan bakar fosil.

“Kontrak kerja sama ini bertujuan mengurangi tumpukan sampah di TPA, sekaligus mengubahnya menjadi energi alternatif yang bernilai. Dengan begitu, sampah yang selama ini dianggap masalah justru menjadi solusi energi,” tegasnya.

Selain proses pengolahan, PT SBI juga berkomitmen menjamin keberlanjutan penyerapan RDF sebagai bahan bakar industri. Model kolaborasi ini diharapkan menjadi inspirasi pengelolaan sampah bagi daerah lain.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), Edi Sarwono, menyebut RDF sebagai simbol perubahan cara pandang terhadap sampah.

“Kalau dulu sampah identik dengan sesuatu yang kotor dan menjijikkan, sekarang sampah justru memberi manfaat. RDF membuktikan bahwa sampah bisa menjadi sumber energi alternatif yang nyata,” tandasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah
“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan
E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026
Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend
BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2
Lampu di Selamat Datang Padam, Wajah Sumenep Gelap di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi
Ulama dan Habaib Ultimatum DPRD Sumenep, Desak Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam
Dua Isu Besar Membayangi Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi Dinilai Lebih Aktif Bangun Pencitraan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:03 WIB

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 13:14 WIB

Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend

Senin, 2 Maret 2026 - 08:55 WIB

BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2

Berita Terbaru