Pemkab Gelar Upacara Hari Jadi ke-756 Sumenep

Jumat, 31 Oktober 2025 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sumene, KH. Imam Hasyim, saat sambutan di upacara hari jadi Kabupaten Sumenep ke-756 (Za - garudajatim.com)

i

Wakil Bupati Sumene, KH. Imam Hasyim, saat sambutan di upacara hari jadi Kabupaten Sumenep ke-756 (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim— Ratusan, pejabat, tokoh adat, pelajar dan unsur Forkopimda mengikuti upacara peringatan Hari Jadi ke-756 Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Upaca yang sarat simbol itu sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 dan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur merupakan makna yang menegaskan akar historis, semangat generasi muda dan kebersamaan regional.

Sejak awal prosesi, seluruh rangkaian upacara menggunakan bahasa Madura itu menggambarkan bahwa identitas lokal tetap hidup dan menjadi pijakan saat Sumenep menatap masa depan.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan komitmen pemerintahan daerah terhadap pelestarian budaya lokal.

“Mengusung tema “Ngopene Soengenep”, kami menekankan perlunya menjaga tradisi sebagai modal sosial sekaligus sumber kreativitas ekonomi di era modern,” ujarnya. Jum’at (31/25)

“Ngopene Soengenep bukan sekadar kata, itu panggilan untuk merawat bahasa, kesenian, dan kebiasaan kita agar tak hilang ditelan zaman,” imbuhnya.

Ia menyatakan, bahwa pihaknya harus menautkan tradisi dengan peluang pendidikan yang berakar lokal, pariwisata yang menghargai kearifan, dan ekonomi kreatif yang memanfaatkan kearifan lokal sebagai kekuatan.

Rangkaian upacara dibuka dengan pengibaran sang saka merah putih, diikuti pembacaan teks Pancasila dan UUD 1945.

Pelibatan bahasa Madura terasa dari pembacaan naskah, doa bersama dan beberapa bagian sambutan, sebuah penguatan bahwa pemerintahan lokal memilih pendekatan kebudayaan dalam komunikasi publiknya.

Tidak hanya itu, Wabup Imam Hasyim menyoroti peran perguruan tinggi lokal, komunitas seni, dan generasi muda sebagai motor penggerak transformasi, dari sekadar melestarikan menjadi memonetisasi dan mengintegrasikan kearifan ke dalam pembangunan berkelanjutan.

“Penempatan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di tengah upacara Hari Jadi Sumenep menghadirkan narasi ganda sekaligus mengingatkan pentingnya persatuan nasional dan peran generasi muda dalam mengawal nilai-nilai kebangsaan,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah
“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan
E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026
Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend
BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2
Lampu di Selamat Datang Padam, Wajah Sumenep Gelap di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi
Ulama dan Habaib Ultimatum DPRD Sumenep, Desak Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam
Dua Isu Besar Membayangi Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi Dinilai Lebih Aktif Bangun Pencitraan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:03 WIB

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 13:14 WIB

Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend

Senin, 2 Maret 2026 - 08:55 WIB

BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2

Berita Terbaru