Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Fauzi: Jadikan Sumenep Semakin Sejahtera dan Lebih Beruntung

Minggu, 26 Oktober 2025 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi Arya Wiraraja hari jadi Sumenep ke-756 diwarnai dengan ratusan penari (Za - garudajatim.com)

i

Prosesi Arya Wiraraja hari jadi Sumenep ke-756 diwarnai dengan ratusan penari (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Prosesi Arya Wiraraja kembali menjadi momentum penting dalam rangkaian Hari Jadi Ke-756 Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Ratusan penari menata langkah dan harapan sertabmenggambarkan kejayaan masa pemerintahan Arya Wiraraja sebagai pendiri Sumenep.

Acara yang dikemas dengan nuansa kolosal itu menghadirkan barisan prajurit, tokoh kerajaan, hingga penampilan seni tradisi.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan bahwa prosesi ini bukan sekadar pelestarian budaya, melainkan refleksi perjuangan dan semangat membangun daerah.

“Semoga ke depan Sumenep semakin sejahtera dan maju bagi masyarakat. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa kita memiliki sejarah besar dan masa depan yang harus kita perjuangkan bersama,” ucapnya. Minggu (26/25)

Fauzi menegaskan, pemerintah terus mendorong keberlanjutan pembangunan, khususnya melalui penguatan potensi ekonomi lokal, pariwisata, dan inovasi pelayanan publik.

Ratusan tari topeng memeriahkan prosesi Arya Wiraraja

Di tahun selanjutnya, Fauzi menyatakan peringatan Hari Jadi Ke-757 mengusung tema “Jaja Rajja”, yang sarat makna kepemimpinan kuat, keberkahan, serta harapan kejayaan daerah sebagaimana dicontohkan Arya Wiraraja pada masa silam.

“Kami berharap Sumenep diberikan keberuntungan yang lebih, bahkan lebih beruntung dari kabupaten lain di Indonesia. Dengan kerja bersama, kita bisa mewujudkan kemajuan yang lebih pesat.” harapnya.

Pemerintah daerah sendiri terus melakukan langkah strategis agar penyelenggaraan Hari Jadi meningkat kualitasnya setiap tahun, bukan hanya meriah, namun memberi dampak nyata pada pertumbuhan ekonomi rakyat.

“Tema Jaja Rajja dipakai tahun berikutnya sebagai sumbu naratif, secara simbolik menautkan harapan keberkahan, legitimasi kepemimpinan, dan cita-cita kemakmuran. Dalam konteks politik lokal,” tandasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Mau Program Presiden Tercoreng, Satgas MBG Sumenep Siap Sidak SPPG Bermasalah
IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah
“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan
E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026
Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend
BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2
Lampu di Selamat Datang Padam, Wajah Sumenep Gelap di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi
Ulama dan Habaib Ultimatum DPRD Sumenep, Desak Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:07 WIB

Tak Mau Program Presiden Tercoreng, Satgas MBG Sumenep Siap Sidak SPPG Bermasalah

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:03 WIB

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 13:14 WIB

Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend

Berita Terbaru