Dampak Gempa 6,5 SR di Sumenep 316 Bangunan Rusak, Gayam Paling Parah

Kamis, 2 Oktober 2025 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah di Pulau Sepudi Sumenep terdampak gempa magnitudo 6,5 (Za - garudajatim.com)

i

Rumah di Pulau Sepudi Sumenep terdampak gempa magnitudo 6,5 (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, resmi merilis data terbaru terkait dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (30/9/2025) malam.

Berdasarkan laporan Call Center 112, tercatat 316 bangunan mengalami kerusakan, dengan Kecamatan Gayam di Pulau Sapudi menjadi wilayah terdampak paling parah.

Penanggungjawab Call Center 112 Sumenep, Arip Susanto, menjelaskan, ratusan kerusakan tersebut meliputi rumah warga, rumah ibadah, sekolah, hingga fasilitas kesehatan.

“Data sementara yang masuk hingga hari ini mencatat 316 bangunan mengalami kerusakan. Kecamatan Gayam paling parah dengan 279 rumah rusak, 10 masjid, 3 mushalla, 1 puskesmas, 1 toko, 2 sekolah, dan 1 polindes. Sementara di Kecamatan Nonggunong terdapat 18 rumah rusak, dan di Kecamatan Talango hanya satu rumah yang terdampak,” ujarnya. Kamis (2/25)

Ia menegaskan, data tersebut masih bersifat sementara karena tim gabungan masih terus melakukan pendataan langsung di lapangan, terutama di wilayah Sapudi yang aksesnya cukup menantang.

Seiring dengan proses pendataan, Pemkab Sumenep telah bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak sejak Rabu (1/10/2025). Penyaluran perdana diberikan kepada Tajibu, warga Desa Gapurana, Kecamatan Talango.

Adapun untuk dua kecamatan lain di Pulau Sapudi, yaitu Nonggunong dan Gayam, distribusi logistik dijadwalkan berlangsung pada hari ini, Kamis (2/10/2025), dengan melibatkan tim gabungan Pemkab, BPBD, dan aparat terkait.

Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongso Judo, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam menghadapi bencana ini. Ia bersama rombongan juga turun langsung ke Pulau Sapudi untuk memantau kondisi warga sekaligus memastikan kebutuhan darurat segera terpenuhi.

“Kami meluncur ke Pulau Sapudi berkaitan dengan penanganan korban gempa, langsung membawa bantuan dan akan mendata berapa banyak rumah yang akan diperbaiki. InsyaAllah mari kita berdoa semoga tidak terjadi lagi gempa di Sumenep,” tegas Fauzi.

Meski kerusakan fisik cukup masif, Fauzi memastikan tidak ada laporan korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada mengingat potensi gempa susulan masih bisa terjadi.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menguji Nurani Hukum, Duplik ODGJ Sapudi Sumenep Bongkar Kekeliruan Dakwaan JPU
Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa
Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 
Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep
Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti
Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep
Investasi Sumenep Tembus Rp2 Triliun di Tengah Transisi Regulasi, UMKM Jadi Penyangga Utama Ekonomi Daerah
52 SPPG Sumenep Abai Uji Limbah Meski Diwajibkan Kepmen 2760
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:58 WIB

Menguji Nurani Hukum, Duplik ODGJ Sapudi Sumenep Bongkar Kekeliruan Dakwaan JPU

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:18 WIB

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:07 WIB

Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:01 WIB

Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti

Berita Terbaru