69 Desa Krisis Air Bersih di Sumenep Makin Menggigit

Kamis, 14 Agustus 2025 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laily Maulidi, saat ditemui di kantornya (Za - garudajatim.com)

i

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laily Maulidi, saat ditemui di kantornya (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Musim kemarau 2025 belum mencapai puncaknya, namun derita kekeringan sudah mengunci napas sebagian warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Menurut fakta dan datanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengungkap bahwa 69 desa di 19 kecamatan kini berstatus rawan kekeringan, dari kategori kering kritis hingga kering langka.

“Ini merupakan fakta dan kami sudah memantau langsung di lapangan, bahkan ada beberapa wilayah kesulitan air bersih sejak awal musim,” tegas Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laily Maulidi. Kamis (14/25)

Ia mengatakan, antara daratan dan Kepulauan sama saja. Untuk di darat kondisi yang ditemukan paling banyak yaitu di Kecamatan Batuputih dengan data 11 Desa.

“Untuk di Kepulauan, yaitu seperti Kangayan, Sapeken, hingga Masalembu termasuk sebagai ancaman kekeringan,” ujarnya.

“Langkah penanganan kami yaitumulai dari distribusi air bersih, penempatan logistik di titik strategis, hingga koordinasi lintas sektor dengan TNI, Polri, pemerintah desa, dan dinas terkait,” ucapnya.

“Semua sumber daya kami gerakkan, jalur distribusi sudah dipastikan aman, dan personel kami siagakan penuh untuk bergerak setiap saat,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sesuai data BPBD, ada 69 Desa Rawan Kekeringan di Kabupaten Sumenep yaitu:

Kecamatan Pasongsongan

Montorna (Kering kritis)

Prancak (Kering kritis)

Lebeng Barat (Kering langka)

Campaka (Kering langka)

Kecamatan Ambunten

Ambunten Timur (Kering langka)

Tambaaung Timur (Kering langka)

Kecamatan Talango

Kombang (Kering kritis)

Poteran (Kering kritis)

Padike (Kering langka)

Palasa (Kering langka)

Kecamatan Saronggi

Langsar (Kering langka)

Tanah Mera (Kering langka)

Kecamatan Rubaru

Basoka (Kering kritis)

Mandala (Kering langka)

Duko (Kering langka)

Karangnangka (Kering langka)

Kecamatan Batuputih

Batuputih Daya (Kering kritis)

Tengedan (Kering kritis)

Badur (Kering langka)

Juruan Laok (Kering langka)

Juruan Daya (Kering langka)

Batuputih Laok (Kering langka)

Bantelan (Kering langka)

Larangan Barma (Kering langka)

Bullaan (Kering langka)

Batuputih kenek (Kering langka)

Larangan Kerta (Kering langka)

Kecamatan Batuan

Gunggung (Kering langka)

Patean (Kering langka)

Kecamatan Lenteng

Lenteng Barat (Kering langka)

Kecamatan Bluto

Bungbungan (Kering langka)

Pakandangan Tengah (Kering langka)

Sera Tengah (Kering langka)

Kapadi (Kering langka)

Kecamatan Pragaan

Pragaan Daya (Kering langka)

Karduluk (Kering langka)

Kecamatan Batang-Batang

Batang-Batang Daya (Kering langka)

Jangkong (Kering langka)

Nyabakan Timur (Kering langka)

Kolpo (Kering langka)

Totosan (Kering langka)

Kecamatan Giligenting

Bringsang (Kering langka)

Bunbaru (Kering langka)

Lombang (Kering langka)

Jate (Kering langka)

Kecamatan Gayam

Gendang Barat (Kering kritis)

Gendang Timur (Kering langka)

Nyamplong (Kering langka)

Prambanan (Kering langka)

Kalowang (Kering langka)

Pancor (Kering langka)

Gayam (Kering langka)

Kecamatan Nonggunong

Rosong (Kering langka)

Tanah Merah (Kering langka)

Sokarame Timur (Kering langka)

Kecamatan Ra’as

Brakas (Kering langka)

Kecamatan Arjasa

Bilis-Bilis (Kering langka)

Kolo-Kolo (Kering langka)

Gelaman (Kering langka)

Paseraman (Kering langka)

Kecamatan Kangayan

Timur Jangjang (Kering langka)

Torjek (Kering langka)

Tembayangan (Kering langka)

Batuputih (Kering langka)

Cangkraaman (Kering langka)

Kecamatan Sapeken

Saseel (Kering langka)

Saur Saebus (Kering langka)

Sapeken (Kering langka)

Kecamatan Masalembu

Masalima (Kering langka)(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa
Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 
Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep
Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti
Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep
Investasi Sumenep Tembus Rp2 Triliun di Tengah Transisi Regulasi, UMKM Jadi Penyangga Utama Ekonomi Daerah
52 SPPG Sumenep Abai Uji Limbah Meski Diwajibkan Kepmen 2760
Perpres MBG Diperluas, Presiden Prabowo: Semua Tenaga Pendidikan Adalah Prioritas Bangsa
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:18 WIB

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:07 WIB

Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:01 WIB

Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:50 WIB

Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep

Berita Terbaru

Opini

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Rabu, 14 Jan 2026 - 15:19 WIB