52 SPPG Sumenep Abai Uji Limbah Meski Diwajibkan Kepmen 2760

Senin, 12 Januari 2026 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi SPPG Sumenep abai terhadap Uji Limbah (Za - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi SPPG Sumenep abai terhadap Uji Limbah (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Program pemenuhan gizi yang digadang-gadang sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat justru menyisakan persoalan serius di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Sebanyak 52 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terungkap belum mengantongi surat hasil uji laboratorium pengelolaan air limbah, meski kewajiban tersebut telah diatur secara tegas dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 2760 Tahun 2025.

Fakta tersebut diungkap langsung Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Achmad Junaidi, pihaknya menyampaikan hingga awal 2026 tidak satu pun SPPG mengajukan hasil uji laboratorium air limbah, meski operasional layanan terus berjalan.

“Lebih dari 52 SPPG se-Kabupaten Sumenep belum memiliki surat hasil uji laboratorium pengelolaan air limbah. Tidak satu pun yang mengajukan,” kata Achmad Junaidi. Senin (12/1/26)

Menurutnya, Kepmen Nomor 2760 Tahun 2025 secara eksplisit mewajibkan setiap SPPG melakukan pemeriksaan kualitas air limbah secara berkala setiap triwulan.

Kewajiban tersebut, lanjut dia, bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen utama untuk mencegah pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan masyarakat.

“Aturannya sangat jelas. Pemeriksaan air limbah wajib dilakukan setiap tiga bulan. Namun sampai sekarang belum ada satu pun SPPG yang memenuhi kewajiban tersebut,” jelasnya.

Ironisnya, dari total 52 SPPG yang beroperasi di Sumenep, sebanyak 43 unit telah mengantongi surat kelayakan air bersih, sementara 9 unit lainnya masih dalam proses.

Ia menegaskan, namun aspek pengelolaan air limbah yang justru berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang sama sekali diabaikan.

“Yang diajukan hanya kelayakan air bersih. Untuk air limbah, tidak ada sama sekali. Padahal itu kewajiban mutlak bagi seluruh SPPG,” tegasnya.

Situasi ini memunculkan tanda tanya besar terkait pengawasan lintas sektor terhadap operasional SPPG, terlebih program pemenuhan gizi menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan balita.

Limbah dapur, sisa makanan, serta air cucian yang tidak terkelola dengan standar laboratorium berisiko mencemari tanah dan saluran air di sekitar permukiman warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian sanksi bagi SPPG yang melanggar ketentuan Kepmen tersebut. Namun Pemerintah terkait menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh dan mendorong penertiban sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jika ketidakpatuhan ini terus dibiarkan, tujuan mulia program pemenuhan gizi dikhawatirkan justru berbalik menjadi ancaman baru bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat Sumenep.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah
“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan
E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026
Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend
BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2
Lampu di Selamat Datang Padam, Wajah Sumenep Gelap di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi
Ulama dan Habaib Ultimatum DPRD Sumenep, Desak Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam
Dua Isu Besar Membayangi Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi Dinilai Lebih Aktif Bangun Pencitraan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:03 WIB

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 13:14 WIB

Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend

Senin, 2 Maret 2026 - 08:55 WIB

BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2

Berita Terbaru