Diamnya Satpol PP Sumenep Disorot, Pesta DJ Mr. Ball Jadi Simbol Dugaan Lemahnya Penegakan Perda

Senin, 13 April 2026 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Flyer DJ Dinda Birthday Party akan berlangsung di Mr. Ball Sumenep (Istimewa - garudajatim.com)

i

Flyer DJ Dinda Birthday Party akan berlangsung di Mr. Ball Sumenep (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Sorotan publik kembali mengarah ke tempat hiburan malam (THM) Mr. Ball di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, setelah beredarnya poster acara bertajuk “DJ Dinda Birthday Party” yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (13/4/2026).

Di tengah polemik dugaan pelanggaran aturan dan penolakan masyarakat, promosi acara tersebut justru dilakukan secara terbuka.

Kondisi ini memicu tanda tanya besar terhadap konsistensi penegakan regulasi di daerah yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai religius dan norma sosial.

Publik pun mulai mempertanyakan ketegasan aparat dalam menyikapi aktivitas hiburan malam yang terus berjalan.

Poster yang beredar luas di media sosial menampilkan sosok DJ perempuan yang akan tampil dalam perayaan ulang tahun di lokasi tersebut.

Agenda tersebut memperkuat dugaan bahwa operasional Mr. Ball masih aktif, khususnya pada malam hari, meski sebelumnya telah menuai kritik dan penolakan dari berbagai kalangan.

Situasi ini semakin memanas lantaran tempat tersebut dikabarkan telah menerima teguran administratif hingga tiga kali. Namun, hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret berupa penghentian operasional ataupun penindakan tegas dari pihak berwenang.

Ironisnya, di tengah mencuatnya polemik, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, justru dinilai tidak menunjukkan respons yang jelas. Sikap tersebut memunculkan kesan adanya pembiaran terhadap aktivitas yang diduga melanggar ketentuan.

Tokoh pemuda Sumenep, Fathur Rahman, menilai keberlanjutan event DJ tersebut menjadi indikator lemahnya pengawasan aparat penegak perda.

“Ini bukan sekadar hiburan biasa. Kalau kegiatan seperti ini tetap digelar di tempat yang sudah menuai penolakan dan diduga melanggar aturan, artinya ada yang tidak beres dalam pengawasan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa aktivitas dugem yang kerap dikaitkan dengan konsumsi minuman keras harus menjadi perhatian serius aparat.

“Kalau benar ada aktivitas seperti itu, maka ini jelas bertentangan dengan nilai sosial masyarakat Sumenep. Tidak boleh ada ruang pembiaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fathur mengingatkan bahwa sikap diam aparat berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

“Ketika laporan sudah ada, teguran sudah diberikan, tapi kegiatan masih tetap berjalan, publik wajar curiga. Ini bukan sekadar soal satu tempat hiburan, tapi menyangkut wibawa penegakan aturan di daerah,” imbuhnya.

Ia bahkan melontarkan kritik tajam terhadap aparat penegak perda yang dinilai tidak menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

“Kalau aktivitas seperti ini terus dibiarkan, publik bisa menilai Satpol PP bukan lagi sebagai penegak aturan, melainkan terkesan menjadi pelindung aktivitas dugem di Mr. Ball,” bebernya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Kepala Satpol PP Sumenep, Wahyu Kurniawan Pribadi, masih belum membuahkan hasil hingga berita ini ditayangkan.

Sikap bungkam tersebut justru semakin memperkuat spekulasi publik terkait lemahnya penegakan aturan di balik polemik yang terus bergulir.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bunda Puspa Naik Kelas, Pemkab Gresik Bentuk 80 Desa Tangguh Perempuan untuk Perangi Kemiskinan dan Stunting
Dari Sumenep untuk Indonesia, Doa Sang Proklamator Nyalakan Kembali Semangat Bung Karno
Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan
SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar
Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah
Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan
IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN
Inspektorat Sumenep Turun ke Meddelan, Audit ADD-DD dan Dugaan Polemik Dana BUMDes Jadi Sorotan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:36 WIB

Bunda Puspa Naik Kelas, Pemkab Gresik Bentuk 80 Desa Tangguh Perempuan untuk Perangi Kemiskinan dan Stunting

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:02 WIB

Dari Sumenep untuk Indonesia, Doa Sang Proklamator Nyalakan Kembali Semangat Bung Karno

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:22 WIB

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:02 WIB

SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:28 WIB

Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah

Berita Terbaru