Upaya Klarifikasi Pada Perempuan Diduga Pengirim Voice Note Ancaman di Desa Galis Giligenting Sumenep Buntu, Sambungan Telepon Mendadak Diambil Anak

Sabtu, 8 November 2025 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi foto dana Bansos di sunat (Za - garudajatim.com)

i

Ilustrasi foto dana Bansos di sunat (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Upaya media untuk meminta penjelasan dari F, perempuan yang diduga sebagai pengirim rekaman suara berisi ancaman kepada sejumlah penerima bantuan sosial di Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, masih buntu.

Sejak rekaman tersebut beredar luas di berbagai grup percakapan warga dan memicu kegaduhan publik, F sempat menjawab panggilan wartawan, namun komunikasi selanjutnya diduga dialihkan.

Dalam percakapan singkat yang diterima wartawan pada Sabtu (8/11/25) siang, suara perempuan diyakini sebagai F terdengar mengangkat telepon dan merespons singkat.

“Halo, iya benar,” ucap suara perempuan tersebut di awal sambungan.

Tak lama berselang, suara dari seberang telepon berganti menjadi suara anak kecil yang mengaku sedang memegang ponsel milik F.

“Nggak ada mama, ini HP-nya dipegang aku. Mama nggak ada, nanti aku bilang ke mama,” ujar anak itu.

Pergantian suara secara mendadak tersebut memunculkan dugaan F tengah menghindari permintaan klarifikasi atas voice note yang sudah lebih dulu beredar dan menjadi bahan perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Rekaman yang viral itu berisi peringatan agar penerima bantuan sosial tidak mencairkan dana di agen lain selain miliknya, disertai klaim bahwa ia memiliki kewenangan untuk menghapus nama penerima bansos jika perintahnya tidak diikuti.

Penyampaian tersebut memantik keresahan. Sejumlah warga mengaku cemas bila hak mereka terancam hilang akibat penolakan mengikuti arahan dalam rekaman suara tersebut.

Kasus ini memantik perhatian publik karena berpotensi berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan, serta pengondisian pencairan bantuan untuk tujuan tertentu.

Sementara itu, Kepala Desa Galis, Akhmad Syafri Wiarda, juga belum memberikan keterangan resmi. Beberapa kali dihubungi melalui pesan singkat dan sambungan telepon, tak ada respons hingga berita ini diterbitkan.

Sebagian warga berharap pemerintah kabupaten atau aparat penegak hukum turun tangan untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan sesuai prosedur, bebas tekanan, serta tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

Hingga kini, tidak ada klarifikasi langsung baik dari F maupun Kepala Desa Galis. Situasi tersebut semakin memperpanjang tanda tanya masyarakat terkait polemik penyaluran bantuan sosial di wilayah tersebut.

Tanpa penjelasan atau keterangan resmi, publik masih menunggu langkah konkret dari pemerintah desa, dinas terkait, maupun aparat berwenang untuk menelusuri kebenaran voice note yang menghebohkan itu.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru