Kadisdik Sumenep Dorong Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, Fondasi Anak Jadi Perhatian Utama

Rabu, 9 September 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, saat menyampaikan arahan di acara rapat koordinasi Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal PAUD dan PNF (Istimewa - garudajatim.com)

i

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, saat menyampaikan arahan di acara rapat koordinasi Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal PAUD dan PNF (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, mendorong penguatan pendidikan anak usia dini melalui implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah.

Langkah tersebut dipandang penting untuk memastikan anak memiliki fondasi pendidikan yang kuat sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Bagi Dinas Pendidikan Sumenep, pendidikan prasekolah tidak sekadar menjadi tahap awal sebelum anak masuk SD. Lebih dari itu, masa prasekolah menjadi ruang penting untuk membentuk karakter, kemampuan sosial dan emosional, sekaligus menumbuhkan kesiapan belajar anak sejak usia dini.

Penguatan kebijakan tersebut dibahas melalui rapat koordinasi yang digelar Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD dan PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Rakor tersebut menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi sekaligus menyatukan langkah berbagai pihak dalam pelaksanaan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah di Kabupaten Sumenep.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Iksan, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki posisi strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak tahap paling awal.

Menurutnya, anak yang memperoleh pengalaman belajar yang baik sejak prasekolah akan memiliki bekal yang lebih kuat ketika memasuki pendidikan dasar. Karena itu, penguatan PAUD harus ditempatkan sebagai bagian penting dari pembangunan pendidikan daerah.

“Pendidikan prasekolah merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, akses PAUD harus diperluas agar setiap anak mendapat kesempatan belajar sejak usia dini,” kata H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T. Rabu (9/9/26)

Ia menjelaskan, Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah tidak sebatas mendorong anak untuk masuk ke lembaga PAUD. Implementasinya harus dibarengi dengan upaya memperluas akses sekaligus memastikan layanan pendidikan yang diberikan memiliki kualitas dan mampu menjawab kebutuhan perkembangan anak.

Dengan demikian, kebijakan tersebut tidak berhenti pada persoalan kehadiran anak di lembaga pendidikan. Hal yang tidak kalah penting ialah memastikan proses pembelajaran prasekolah benar-benar memberikan pengalaman yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak.

Penguatan PAUD juga membutuhkan koordinasi yang konsisten antara pemerintah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, serta lingkungan masyarakat.

Sinergi tersebut diperlukan agar pendidikan prasekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk mempersiapkan generasi sejak usia dini.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Dinas Pendidikan Sumenep berupaya menyamakan persepsi dan memperkuat langkah pelaksanaan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah di daerah.

Kebijakan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan yang lebih inklusif, dengan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak untuk memperoleh layanan pendidikan sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Bagi Kabupaten Sumenep, penguatan pendidikan prasekolah menjadi investasi jangka panjang. Sebab, fondasi yang dibangun pada usia dini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kemandirian, kemampuan berinteraksi dan kesiapan anak menghadapi proses pendidikan berikutnya.

Karena itu, implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah diharapkan mampu memperkuat kesinambungan pendidikan anak sejak usia dini hingga memasuki pendidikan dasar.

Dinas Pendidikan Sumenep pun terus mendorong agar perluasan akses PAUD berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan.

Dengan pendekatan tersebut, program prasekolah diharapkan tidak hanya meningkatkan angka partisipasi pendidikan, tetapi juga benar-benar memberi dampak terhadap kesiapan anak dalam menapaki jenjang pendidikan selanjutnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru