Dinkes P2KB Sumenep Dorong Pesantren Jadi Garda Depan Kesehatan Santri

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Dinkes P2KB Sumenep saat melakukan pendampingan intensif di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Kecamatan Manding (Za - garudajatim.com)

i

Foto bersama Dinkes P2KB Sumenep saat melakukan pendampingan intensif di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Kecamatan Manding (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan pondok pesantren terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Melalui pendampingan intensif di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Kecamatan Manding, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) mulai membentuk sistem kesehatan pesantren yang mampu berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) sebagai pusat edukasi, pencegahan penyakit, sekaligus penggerak Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pondok.

Sebanyak 31 peserta yang terdiri atas santriwati, santri husada, pendamping Puskesmas Manding, dan pengurus pondok mengikuti seluruh rangkaian pendampingan.

Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga dilibatkan dalam proses pemetaan persoalan kesehatan yang selama ini dihadapi di lingkungan pesantren.

Tim Promosi Kesehatan Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep bersama tenaga promosi kesehatan dan perawat desa dari Puskesmas Manding mengawali kegiatan dengan memaparkan hasil Survei Mawas Diri (SMD).

Hasil survei tersebut menjadi dasar penyusunan langkah-langkah prioritas melalui Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren (MMPP).

Melalui forum tersebut, peserta bersama-sama merumuskan solusi atas berbagai tantangan kesehatan di lingkungan pondok, mulai dari penguatan kebiasaan hidup bersih, peningkatan kualitas Poskestren, hingga penyusunan kebijakan pondok yang berorientasi pada kesehatan.

Pendampingan juga menaruh perhatian khusus terhadap kesehatan remaja putri. Santriwati memperoleh Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai bagian dari upaya mencegah anemia yang masih menjadi salah satu persoalan kesehatan pada remaja perempuan.

Selain pembagian TTD, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya kepatuhan mengonsumsi suplemen tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Tidak berhenti pada aspek gizi, program ini turut mendorong pesantren agar mampu melakukan inspeksi kesehatan lingkungan secara mandiri. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan asrama yang lebih bersih, sehat, dan nyaman sehingga dapat menekan risiko munculnya penyakit menular.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, dr. Ellya Fardasah mengatakan, pondok pesantren merupakan salah satu lingkungan strategis untuk membangun budaya hidup sehat karena para santri tinggal bersama dalam satu kawasan dengan aktivitas yang berlangsung selama 24 jam.

“Pendampingan ini bukan sekadar kegiatan penyuluhan, tetapi bagian dari upaya membangun kemandirian pesantren dalam mengelola kesehatan warganya. Kami ingin Poskestren benar-benar berfungsi sebagai pusat edukasi, deteksi dini penyakit, dan penggerak Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan pondok,” ujarnya. Kamis (5/8/26)

Menurutnya, penguatan Poskestren menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai persoalan kesehatan sejak dini, mulai dari anemia pada remaja putri, penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC), hingga kesehatan jiwa yang kini juga menjadi perhatian pemerintah.

“Santriwati kami dorong disiplin mengonsumsi tablet tambah darah agar terhindar dari anemia. Di sisi lain, kami juga memperkuat skrining TBC, kesehatan jiwa, serta mendorong pesantren mampu melakukan inspeksi kesehatan lingkungan secara mandiri. Harapannya, lahir pesantren yang sehat, produktif, dan menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Ia menegaskan, Dinkes P2KB akan terus memperluas pendampingan serupa ke pondok-pondok pesantren lain di Kabupaten Sumenep sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat berbasis komunitas.

Pendampingan juga mencakup pelaksanaan skrining tuberkulosis (TBC) serta skrining kesehatan jiwa. Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini agar potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih cepat, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa kesehatan fisik dan mental merupakan fondasi penting dalam proses pendidikan di pesantren.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyepakati Rencana Tindak Lanjut (RTL) hasil Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren. Kesepakatan itu menjadi komitmen bersama antara pihak pondok, Puskesmas Manding, dan Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep untuk memastikan berbagai program kesehatan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan terus dijalankan secara berkesinambungan.

“Melalui pola pendampingan tersebut, kami berharap pondok pesantren mampu berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pembinaan karakter dan keagamaan, tetapi juga menjadi kawasan yang sehat, tangguh, serta mampu melahirkan generasi santri yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri maupun lingkungan,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru