Diduga Makanan Rusak Dibagikan, Publik Desak Audit Total MBG di Lenteng Barat

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SPPG Lenteng Barat yang berada di bawah naungan Yayasan Darul Arqom diduga sajikan MBG busuk (Za - garudajatim.com)

i

SPPG Lenteng Barat yang berada di bawah naungan Yayasan Darul Arqom diduga sajikan MBG busuk (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Dugaan persoalan serius dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Kali ini, sorotan publik tertuju pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Darul Arqom, setelah muncul dokumentasi makanan yang diduga tidak layak konsumsi.

Sejumlah foto yang beredar di masyarakat memperlihatkan beberapa menu MBG seperti tempe ungkep, ayam ungkep, dan tahu ungkep dalam kondisi yang memprihatinkan.

Pada bagian permukaan makanan tampak lapisan putih menyerupai jamur serta perubahan tekstur yang mengindikasikan makanan telah mengalami penurunan kualitas.

Temuan tersebut langsung memantik kekhawatiran warga karena makanan yang seharusnya menjadi sumber pemenuhan gizi justru diduga berada dalam kondisi yang berpotensi membahayakan kesehatan penerima manfaat. Program MBG sendiri merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah dan kelompok rentan.

Seorang warga asli Desa Lenteng Barat berinisial UL menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi makanan yang diduga sudah tidak layak tersebut. Ia menilai, makanan yang terlihat dalam dokumentasi itu tidak seharusnya sampai didistribusikan kepada masyarakat.

“Kalau dilihat dari kondisinya, makanan ini jelas tidak layak dimakan. Ada yang sudah berubah warna dan seperti berjamur. Ini sangat berbahaya jika sampai dikonsumsi,” ujar UL saat dimintai keterangan. Minggu (8/3/26).

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dianggap sekadar kesalahan teknis. Ia menilai kasus tersebut menyangkut keselamatan penerima manfaat sekaligus akuntabilitas penggunaan anggaran negara dalam program nasional.

UL pun mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia agar segera turun langsung melakukan audit terhadap operasional SPPG Lenteng Barat di Kecamatan Lenteng. Ia khawatir, jika tidak ada evaluasi menyeluruh, persoalan serupa bisa terus berulang.

“Kami meminta Badan Gizi Nasional segera turun tangan. Program negara ini tujuannya meningkatkan gizi, bukan justru membagikan makanan yang diduga sudah rusak,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung peran pengawasan dari SPPI Koordinator Wilayah Kabupaten Sumenep, M. Khalilurrahman Hidayatullah.

Menurut UL, sebelumnya pihak koordinator wilayah sempat menyampaikan komitmen untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya terhadap SPPG yang bermasalah.

Namun hingga kini, kata dia, komitmen tersebut belum terlihat secara nyata di lapangan.

“Dulu katanya akan mengawasi dengan tegas SPPG yang bermasalah. Tapi sampai sekarang tidak ada penampakan dan tidak ada perubahan terhadap pelaksanaan MBG di Sumenep,” ungkapnya.

Mencuatnya dugaan makanan tidak layak konsumsi ini kembali membuka diskursus mengenai standar pengelolaan dapur program MBG, kualitas bahan baku, hingga sistem distribusi makanan kepada penerima manfaat. Jika dugaan ini terbukti benar, maka bukan hanya kesehatan masyarakat yang terancam, tetapi juga kredibilitas program nasional yang selama ini digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG Lenteng Barat, Yayasan Darul Arqom, maupun SPPI Koordinator Wilayah Kabupaten Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Publik kini menunggu langkah cepat dan transparan dari Badan Gizi Nasional untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar keamanan pangan serta benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru