SUMENEP, Garuda Jatim – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tak lagi berhenti pada upacara dan pidato. Tahun ini, semangat pendidikan justru diterjemahkan dalam aksi nyata, sebuah turnamen bulutangkis berskala besar yang menyatukan pelajar, masyarakat, hingga veteran dalam satu arena kompetisi.
Kolaborasi antara Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Sumenep dan Dinas Pendidikan setempat melahirkan “Hardiknas Sumenep Cup 2026”, turnamen dengan total hadiah Rp50 juta yang dijadwalkan berlangsung pada 24–27 April 2026 di GOR Sumekar.
Ketua PBSI Sumenep, H. Moh. Iksan, mengay bahwa pendekatan ini sengaja diambil untuk menggeser cara pandang terhadap Hardiknas agar lebih kontekstual dan berdampak langsung bagi generasi muda.
“Hardiknas tidak cukup hanya diperingati, tapi harus dihidupkan. Salah satunya melalui olahraga yang mampu membentuk karakter, mental juara, dan daya saing,” ujarnya. Sabtu (11/04/26).
Ia menilai, bulutangkis bukan hanya cabang olahraga populer, tetapi juga medium efektif dalam menanamkan nilai disiplin, kerja keras, dan sportivitas nilai yang selama ini menjadi ruh utama pendidikan.
Turnamen ini menghadirkan spektrum kategori yang luas. Dari pelajar tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA, seluruhnya mendapat ruang untuk bertanding.
Tak hanya itu, kategori umum juga dibuka, mulai dari tunggal dan ganda dewasa, ganda GTK, ganda OPD/BUMN, hingga veteran usia 40 dan 50 tahun.
Menurut Iksan, desain kompetisi lintas generasi ini bukan tanpa alasan. Ia ingin menjadikan turnamen sebagai ruang interaksi sosial yang mempertemukan berbagai kalangan dalam satu semangat: membangun prestasi daerah.
“Ini bukan hanya tentang pertandingan, tapi tentang membangun ekosistem olahraga yang hidup. Ada transfer pengalaman, ada semangat kebersamaan, dan ada inspirasi bagi generasi muda,” jelasnya.
Pendaftaran dibuka hingga 18 April 2026 dengan biaya yang ramah di kantong, yakni Rp50 ribu untuk pelajar, Rp100 ribu untuk tunggal non-pelajar, dan Rp200 ribu untuk kategori ganda non-pelajar. Skema ini diharapkan mampu menjaring partisipasi luas dari masyarakat.
Lebih dari sekadar kompetisi, turnamen ini diproyeksikan sebagai titik awal lahirnya atlet-atlet potensial dari Sumenep. PBSI setempat bahkan menargetkan ajang ini menjadi agenda rutin tahunan yang berfungsi sebagai “talent scouting” bagi atlet muda berbakat.
“Kami ingin Sumenep tidak hanya jadi penonton di level regional dan nasional. Dari sini harus lahir atlet yang siap bersaing dan membawa nama daerah,” tegas Iksan.
Dukungan juga mengalir dari berbagai sektor, termasuk BPRS Bhakti Sumekar dan SKK Migas HCML, yang menunjukkan kuatnya sinergi antara dunia pendidikan, olahraga, dan industri dalam membangun potensi daerah.
Dengan hadiah besar, kategori inklusif, serta semangat pembinaan yang kuat, “Hardiknas Sumenep Cup 2026” dipastikan bukan sekadar turnamen biasa.
“Momentum ini menjadi simbol perubahan bahwa pendidikan tak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di lapangan, tempat karakter ditempa dan prestasi dilahirkan,” tukasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











