SUMENEP, Garuda Jatim – Kemarau panjang mulai mengubah rutinitas warga Desa Langsar Laok, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Ketika air bersih semakin sulit diperoleh, kebutuhan yang biasanya dianggap sederhana itu berubah menjadi persoalan serius bagi masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. turun langsung ke Langsar Laok, Bersama jajaran pemerintah daerah dan sejumlah unsur terkait.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu memastikan distribusi air bersih tidak sekadar menjadi bantuan di atas kertas, tetapi benar-benar hadir di tengah warga yang membutuhkan.
Kehadiran Bupati menjadi penanda bahwa krisis air bersih akibat kemarau mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Sejumlah armada truk tangki dikerahkan untuk menyuplai air kepada masyarakat yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Langsar Laok menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak kemarau. Kondisi tersebut membuat pasokan air bersih menjadi kebutuhan mendesak, terutama untuk keperluan rumah tangga masyarakat.
Bupati tidak datang sendiri. Penanganan tersebut dilakukan melalui sinergi lintas sektor dengan melibatkan Dinas Sosial P3A, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Baznas dan Kodim 0827 Sumenep.
Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep R. Abd Rahman Riadi, turut mendampingi Bupati dalam penyaluran bantuan tersebut. Sejumlah pejabat dan unsur kewilayahan juga hadir, di antaranya Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Sumenep, Camat Saronggi serta Kepala Desa Langsar beserta jajaran.
Bagi pemerintah daerah, distribusi air bersih bukan hanya soal mengirimkan truk tangki ke wilayah terdampak. Lebih jauh, langkah tersebut merupakan respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa ditunda.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih mendapatkan perhatian dan bantuan. Pemerintah tidak boleh tinggal diam ketika kebutuhan dasar warga menghadapi persoalan,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di sela kegiatan. Selasa (6/10/26)
Menurutnya, kemarau merupakan persoalan yang membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah harus membangun koordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan bantuan tidak berhenti di satu titik saja.
“Penanganan kekeringan harus dilakukan secara bersama-sama. Kami terus mendorong sinergi seluruh pihak agar bantuan air bersih bisa menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” katanya.
Untuk mempercepat distribusi, truk tangki milik BPBD dan Dinsos P3A Kabupaten Sumenep dikerahkan menuju kawasan yang membutuhkan.
Air bersih tersebut kemudian didistribusikan kepada masyarakat Langsar Laok sebagai bagian dari langkah tanggap pemerintah menghadapi dampak kemarau.
Di tengah teriknya musim kemarau, kedatangan armada tangki membawa arti lebih dari sekadar pasokan air. Bagi masyarakat yang kesulitan memperoleh air, setiap tetes menjadi bagian penting untuk menjaga aktivitas rumah tangga tetap berjalan.
Pemerintah Kabupaten Sumenep memastikan sinergi dengan berbagai unsur akan terus diperkuat.
“Tujuannya sederhana, tetapi sangat penting: ketika kemarau membuat air semakin sulit ditemukan, masyarakat tidak boleh merasa menghadapi persoalan itu sendirian,” tukasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











