PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PKKMB UPI Sumenep (Za - garudajatim.com)

i

PKKMB UPI Sumenep (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Hari pertama menjadi mahasiswa di Universitas PGRI (UPI) Sumenep, Jawa Timur, tidak hanya diisi dengan pengenalan ruang kuliah dan lingkungan kampus.

Sebanyak 530 mahasiswa baru (Maba) justru langsung ditantang untuk meninggalkan pola pikir “kuliah-pulang” dan mulai menyiapkan diri menjadi generasi yang mampu menghasilkan karya serta memberi dampak bagi masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 di halaman kampus UPI Sumenep.

Mengusung tema “Eksplorasi Global, Berjiwa Lokal: Bergerak Demi Karya Berdampak”, PKKMB tahun ini membawa pesan kuat bahwa menjadi mahasiswa bukan sekadar naik jenjang pendidikan.

Ada tanggung jawab yang lebih besar untuk membangun kompetensi, karakter, jejaring hingga keberanian mengambil peran di tengah perubahan zaman.

Menariknya, semangat tersebut divisualisasikan melalui burung hantu sebagai maskot PKKMB. Simbol ini seolah menggambarkan sosok mahasiswa yang dituntut memiliki ketajaman berpikir, haus pengetahuan dan mampu melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang lebih luas.

Rektor UPI Sumenep, Asmoni, menegaskan bahwa PKKMB merupakan momentum awal bagi mahasiswa untuk memahami perbedaan mendasar antara kehidupan sekolah dan perguruan tinggi.

“PKKMB adalah pengenalan kehidupan kampus. Ini berbeda dengan dunia sekolah. Kalian sudah dianggap dewasa sejak kuliah. Karena itu, perilaku, karakter dan sikap yang ditunjukkan harus mencerminkan kedewasaan,” ujar Asmoni. Rabu (26/8/26)

Menurutnya, status sebagai mahasiswa membawa konsekuensi berupa tanggung jawab yang lebih besar. Mahasiswa tidak lagi hanya dituntut hadir dalam pembelajaran dan mendapatkan nilai, tetapi harus mampu mengembangkan kapasitas dirinya melalui berbagai pengalaman di luar ruang kuliah.

Apalagi, lanjut dia, selama menjalani pendidikan tinggi, mahasiswa akan berhadapan langsung dengan tiga pilar utama perguruan tinggi atau tridarma, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kalian harus membangun kompetensi, memperluas jaringan, aktif berorganisasi, mengikuti kegiatan riset maupun pengabdian serta mampu beradaptasi dengan perubahan,” tegasnya.

Jangan Jadi Mahasiswa yang Hanya Tahu Jalan Kampus-Rumah

Asmoni kemudian memberikan satu pesan yang cukup menohok kepada 530 mahasiswa baru tersebut: jangan menjadi mahasiswa yang hanya kuliah lalu pulang.

Ia menyebut pola tersebut sebagai “Kupu-Kupu”, istilah yang selama ini melekat pada mahasiswa yang hanya beraktivitas di ruang perkuliahan tanpa banyak mengeksplorasi pengalaman lain.

“Mahasiswa harus membangun jaringan dan berkontribusi bagi masyarakat. Pada hakikatnya, semua kampus itu sama. Karena yang menentukan adalah kualitas dan kemauan mahasiswanya,” sambungnya.

Pesan tersebut menjadi penting karena dunia kerja dan masyarakat ke depan tidak hanya membutuhkan lulusan yang memiliki ijazah. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berorganisasi, memecahkan persoalan, melakukan riset dan beradaptasi justru menjadi bagian dari modal penting mahasiswa sebelum benar-benar terjun ke kehidupan profesional.

Karena itu, kampus didorong menjadi ruang eksplorasi. Organisasi, penelitian, pengabdian dan berbagai aktivitas kemahasiswaan bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi bagian dari proses membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih matang.

Global Boleh, Akar Lokal Jangan Hilang

Di sisi lain, tema PKKMB 2026 UPI Sumenep juga menyimpan pesan lain yang tidak kalah kuat.

Asmoni meminta mahasiswa baru tidak merasa rendah diri karena menempuh pendidikan di daerah. Sebaliknya, mahasiswa harus mampu membawa identitas lokal menjadi kekuatan ketika berhadapan dengan dunia yang semakin terbuka.

“Kita harus berpikir global, tetapi tidak meninggalkan kearifan lokal. Jadilah mahasiswa yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak dan bermartabat,” katanya.

Pesan tersebut menempatkan mahasiswa sebagai generasi yang tidak hanya dituntut “tahu banyak”, tetapi juga harus tahu untuk apa pengetahuan itu digunakan.

Wawasan global diperlukan agar mahasiswa mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan perubahan dunia. Namun, karakter lokal menjadi fondasi agar kemajuan tersebut tetap memiliki arah dan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Dengan kata lain, UPI Sumenep ingin mahasiswa barunya tidak sekadar menjadi penonton perubahan. Mereka didorong menjadi bagian dari perubahan itu sendiri—dengan membawa pengetahuan dari kampus, mengolahnya menjadi gagasan, lalu menerjemahkannya dalam karya yang memiliki dampak.

Pembukaan PKKMB tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Sumenep, jajaran Polres Sumenep, Kodim 0827/Sumenep, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 931 Ksatria Jokotole, serta jajaran civitas academica UPI Sumenep.

Bagi 530 mahasiswa baru, hari pertama di kampus akhirnya bukan sekadar soal mengenal almamater. Lebih dari itu, mereka tengah memasuki fase ketika identitas sebagai mahasiswa harus dibuktikan melalui sikap, gagasan dan karya.

Sebab, di tengah dunia yang bergerak cepat, gelar sarjana saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah mahasiswa yang berani berpikir luas, tetap berpijak pada nilai lokal, dan pulang ke masyarakat membawa sesuatu yang berarti.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru