Harlah ke-VIII LBH Achmad Madani, Merawat Warisan Perjuangan, Menguatkan Barisan Pembela Keadilan

Kamis, 16 April 2026 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah masyarakat saat menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-VIII Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan di Musholla Al-Inabah. (Za - garudajatim.com)

i

Sejumlah masyarakat saat menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-VIII Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan di Musholla Al-Inabah. (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-VIII Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan di Musholla Al-Inabah, Desa Kebunagung, Kecamatan Kota Sumenep, Kamis (16/4/2026), berlangsung khidmat dan penuh makna.

Agenda ini tak sekadar seremoni, melainkan momentum meneguhkan arah perjuangan hukum yang berpihak pada masyarakat kecil.

Dibungkus dalam rangkaian haul dan doa bersama, peringatan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan keadilan tidak lahir secara instan, tetapi tumbuh dari nilai pengabdian, keteladanan, dan keberanian melawan ketimpangan.

Acara tersebut dirangkai dengan haul almarhum Achmad Madani bin H. Abdullah, pendiri sekaligus inisiator lembaga, serta peringatan 1.000 hari wafatnya almarhumah Ibu Fajariyah alias Dariyani binti K. Supliya.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, mulai dari Ketua PC NU Sumenep, KH Md Widadi Rahim hingga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran mereka mempertegas posisi LBH sebagai bagian penting dalam ekosistem penegakan hukum di daerah.

Rangkaian kegiatan berlangsung religius dan sosial sekaligus, meliputi santunan anak yatim dan dhuafa, khotmil Qur’an, tawasul, shalawat qiyam, pembacaan manaqib Syekh Abdul Qodir Jaelani, hingga ceramah agama dan ramah tamah.

Ketua LBH Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan, Kamarullah, menyampaikan bahwa delapan tahun perjalanan lembaga bukanlah waktu yang singkat.

Ia menyebut, fase ini menjadi titik konsolidasi untuk memperkuat komitmen dalam memberikan bantuan hukum yang adil dan merata.

“Selama delapan tahun, kami belajar bahwa keadilan bukan hanya soal hukum tertulis, tetapi juga keberanian untuk berdiri bersama mereka yang tidak punya suara,” ungkapnya.

Menurutnya, semangat pendiri lembaga menjadi fondasi utama dalam menjaga integritas organisasi. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus terus dirawat agar LBH tidak kehilangan arah di tengah dinamika kepentingan.

“Kami tidak ingin menjadi lembaga yang hanya hadir saat dibutuhkan, tetapi absen dalam perjuangan. Kami ingin terus membersamai masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran hukum di masyarakat sebagai tantangan besar yang harus dihadapi bersama. Oleh karena itu, LBH berkomitmen tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga edukasi hukum secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap kiprah LBH yang dinilai konsisten membela masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu.

Ia menegaskan bahwa keberadaan lembaga bantuan hukum menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan hak-hak masyarakat.

“LBH seperti ini adalah benteng terakhir bagi masyarakat kecil ketika berhadapan dengan persoalan hukum. Perannya sangat strategis,” ujarnya.

Menurutnya, usia delapan tahun menjadi fase kematangan bagi sebuah lembaga untuk semakin profesional dan berintegritas. Ia berharap LBH Achmad Madani terus berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Harapan kami, LBH ini tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin kuat, semakin luas jangkauannya, dan tetap konsisten memperjuangkan keadilan,” tambahnya.

Peringatan Harlah ke-VIII ini menjadi refleksi bahwa perjuangan hukum tidak bisa dilepaskan dari nilai spiritual dan sosial. Di tengah realitas hukum yang kerap terasa jauh dari rakyat kecil, kehadiran LBH menjadi harapan yang terus dijaga.

Dari Musholla Al-Inabah, pesan itu kembali ditegaskan bahwa keadilan harus diperjuangkan, bukan ditunggu. Dan LBH Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan memilih untuk tetap berada di garis depan perjuangan itu.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru