Viral Dugaan MBG Busuk di Lenteng Barat, Wali Murid Bongkar Kondisi Makanan Siswa: Tempe Bau, Ayam Diduga Berulat

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SPPG Lenteng Barat yang berada di bawah naungan Yayasan Darul Arqom diduga sajikan MBG busuk (Za - garudajatim.com)

i

SPPG Lenteng Barat yang berada di bawah naungan Yayasan Darul Arqom diduga sajikan MBG busuk (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah justru menuai sorotan tajam di Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

keluhan wali murid viral di media sosial setelah memperlihatkan kondisi makanan MBG yang diduga sudah busuk dan tidak layak konsumsi.

Video tersebut beredar luas di TikTok pada Kamis (5/3/2026) kemarin. Dalam rekaman itu, seorang wali murid memperlihatkan langsung paket makanan yang diterima anaknya dari sekolah. Dengan nada geram, ia menunjukkan lauk tempe dan ayam yang menurutnya sudah mengeluarkan bau tidak sedap.

Dalam video tersebut, ia menyebut tempe yang dibagikan kepada siswa diduga sudah busuk, sementara ayam yang menjadi lauk utama terlihat mencurigakan karena terdapat bercak putih dan aroma menyengat.

“MBG se Lenteng Bara’ ma’ gisru ya? Ma’ sampe’ bucco’ ya? Tempena bucco’ baceng. Ajema aga’ eolaanna riya, Arya tepote. Baceng ajema. Se naragi Lenteng Bara’, khususnya Gunung Malang Satu, Lenteng Barat Kecamatan Lenteng. Se naragi ka sakolaan As-Syafi’iah, MBG na bucco’… bucco’… bucco’,” keluh wali murid tersebut dalam video yang kini ramai dibagikan warganet.

Jika diterjemahkan secara bebas, ia mempertanyakan mengapa program MBG di Lenteng Barat bisa berjalan kacau hingga makanan yang diterima siswa diduga dalam kondisi rusak. Ia menyebut tempe dalam paket makanan sudah berbau busuk, sementara ayam terlihat seperti mulai rusak dengan bercak putih yang mencurigakan.

“MBG di Lenteng Barat kok kacau ya? Kok sampai busuk ya? Tempenya busuk dan bau. Ini ayamnya hampir keluar ulat, tampaknya ada putih-putihnya, bau ayamnya. Yang dibagikan ke sekolah As-Syafi’iah di Gunung Malang Satu. MBG-nya busuk… busuk… busuk,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, paket makanan MBG tersebut didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lenteng Barat yang berada di bawah naungan Yayasan Darul Arqom.

Viralnya video tersebut memicu reaksi publik sekaligus menimbulkan pertanyaan serius terkait sistem pengawasan dalam pelaksanaan program MBG di daerah tersebut.

Dalam mekanisme operasional dapur MBG, setiap makanan yang akan didistribusikan ke sekolah seharusnya melalui proses pengecekan berlapis. Proses tersebut melibatkan tim dapur yang terdiri dari ahli gizi, penanggung jawab pengolahan makanan (food handler), hingga chef yang memastikan kualitas serta keamanan makanan sebelum dikirim kepada siswa.

Dengan adanya prosedur tersebut, makanan yang sudah rusak, berbau, atau tidak layak konsumsi semestinya tidak mungkin lolos dari proses pengawasan.

Karena itu, muncul pertanyaan mendasar di tengah masyarakat: bagaimana makanan yang diduga sudah busuk dapat sampai ke tangan siswa jika seluruh prosedur pemeriksaan benar-benar dijalankan?

Kasus ini tidak lagi sekadar persoalan keluhan wali murid yang viral di media sosial. Lebih dari itu, persoalan ini menyentuh aspek keamanan pangan dalam program MBG yang secara langsung berkaitan dengan kesehatan anak-anak sekolah.

Program MBG yang menggunakan anggaran besar seharusnya memberikan jaminan makanan bergizi yang aman, segar, dan layak konsumsi bagi siswa. Ketika justru muncul dugaan makanan busuk yang beredar di lingkungan sekolah, publik tentu berhak mempertanyakan transparansi pengawasan serta tanggung jawab pihak pelaksana.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Lenteng Barat maupun Yayasan Darul Arqom terkait video keluhan wali murid yang viral tersebut.

Di tengah polemik ini, satu hal yang menjadi kegelisahan utama para orang tua siswa tetap sama: anak-anak mereka seharusnya mendapatkan makanan bergizi yang menyehatkan, bukan makanan yang justru berpotensi membahayakan kesehatan mereka.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru